Karakteristik Gaya Ekspresi Anak Dalam Belajar

Setiap anak memiliki keunikannya sendiri. Mereka adalah pribadi dengan rasa keingintahuan yang besar dan tak terbendung. Penuh eksplorasi, menjelajahi dunia dan mempertanyakan segala hal yang ditemui untuk mendapatkan pemahaman baru akan dunianya.

Masa ini adalah masa-masa emas dalam tumbuh kembang anak.  Namun, kadangkala masa-masa eksplorasi ini membuat orangtua kewalahan. Anak-anak banyak bertanya dan mencari tahu dengan berbagai keunikannya.

karakteristik gaya ekspresi anak dalam belajar

Kenapa kalau hujan kok jadi dingin? Langit itu isinya apa? Kalau pipis di pesawat, pipisnya dibuang kemana?

Sebagai orang dewasa, penjelasan orangtua belum tentu dapat dipahami dan dimengerti anak. Anak akan bertanya dengan pertanyaan yang sama terus menerus sampai ia mendapatkan jawaban yang memeuaskan. Hanya saja, apabila pertanyaan tersebut tidak direspon dengan tepat, anak-anak jadi enggan untuk kembali bertanya.

Keengganan tersebut dapat menyebabkan hilangnya semangat belajar anak hingga mereka menjadi pasif, takut memulai,  dibayangi oleh kekhawatiran berbuat salah, pemalu, menyembunyikan banyak hal dari orangtua, dan anak-anak akan kehilangan kebebasannya dalam berekspresi.

Kebutuhan utama orangtua untuk menjaga agar anak tetap memiliki semangat belajar yang tinggi adalah mengenali karakteristik anak, yaitu karakteristik gaya ekspresi anak dalam belajar dari lingkungan. Ada tiga karakteristik gaya anak dalam belajar dan berekspresi, yaitu gaya auditori, gaya visual, dan gaya kinestetik.

Gaya Visual

Anak belajar dengan menggunakan indra penglihatannya. Ia belajar dengan melihat segala sesuatu yang ada di sekelilingnya. Anak kurang dapat membayangkan sesuatu apabila belum melihatnya. Ia belajar dengan mengamati objek-objek yang menarik perhatiannya. Oleh karena, berikan stimulus berupa alat peraga, atau benda nyata terkait dengan topic-topik yang menarik perhatiannya.

Gaya kinestetik

Gaya ini erat kaitannya dengan kemampuan anak untuk mencoba segala sesuatu yang ada di sekelilingnya dengan memegang dan meraba langsung benda yang dijumpai. Anak dengan gaya ini cenderung tidak bisa diam/sangat aktif karena menggerakkan seluruh tubuhnya untuk mendapatkan pengetahuan dari suatu permasalahan yang dihadapi.

Gaya Auditori

Gaya ini mengandalkan pendengaran untuk bisa memahami segala sesuatu. Anak mengandalkan kemampuan mendengar yang dimilikinya untuk belajar dari lingkungan. Bacakan banyak cerita, mendengar berita, bercerita dan berdiskusi akan membantunya mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki. Namun, kurangi stimulus suara seperti suara televisi, atau suara musik agar anak dapat lebih berkonsentrasi.

Kenali gaya belajar anak anda!

Dengan mengenal gaya belajar dan ekspresi yang anak kita miliki, maka akan memudahkan orangtua dalam memberikan pendampingan terhadap anak. orangtua dapat mengenali dan memaparkan stimulus-stimulus yang tepat dalam mengoptimalkan potensi anak.

Sudahkan Anda mengenali gaya belajar anak?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − seven =


Dapatkan info terbaru!

Selalu terhubung dengan kami, untuk mendapatkan informasi paling baru mengenai media eksplorasi untuk anda, anak dan keluarga.
Alamat Email
Aman dan Rahasia