Bermain, Menyenangkan Sekaligus Menyembuhkan

Bermain, Menyenangkan sekaligus Menyembuhkan

Bermain, Menyenangkan sekaligus Menyembuhkan

Ungkapan yang disampaikan oleh Albert Einsten bahwa bermain adalah suatu bentuk penelitian yang paling tinggi adalah kebenaran yang perlu kita sadari bersama. Bermain berperan penting dalam tumbuh kembang anak yang melibatkan dan menstimulasi seluruh aspek dalam diri anak. Bermain, menyenangkan sekaligus menyembuhkan.

Bermain memiliki definisi yang beragam. Beberapa ahli mendefinisikan bermain dalam arti yang berbeda-beda, diantaranya,

  1. Bermain merupakan proses belajar bagi anak usia dini, bermain merupakan proses belajar sambil bekerja (Friedrich Froebel ( 1782- 1852 ))
  2. Bermain adalah setiap kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan yang ditimbulkannya tanpa mempertimbangkan hasil akhir (Elizabeth Hurlock, 1987)
  3. Bermain sebagai suatu aktivitas yang membantu anak mencapai perkembangan yang utuh, baik fisik, intelektual, sosial, moral dan emosional (Joan Freeman dan Utami Munandar, 1996)
  4. Bermain adalah usaha olah diri (olah pikiran dan olah fisik) yang sangat bermanfaat bagi peningkatan dan pengembangan motivasi, kinerja, dan prestasi dalam melaksanakan tugas dan kepentingan organisasi dengan lebih baik (As’adi Muhammad, 2009)

Anak membutuhkan bermain sebagai media eksplorasi bagi dirinya. Bermain bersifat spontan dan disertai dengan kehendak bebas dalam bertindak sehingga menimbulkan kesenangan.

Kesenangan yang dimunculkan dalam bermain dapat membantu anak mencapai perkembangan yang optimal, baik fisik, intelektual, sosial, moral dan emosional, sehingga ia mampu berkembang menjadi pribadi yang utuh.

Menurut pakar  terapi bermain, Yudi Hartanto, riset terbaru dari Play Therapy International menunjukkan bahwa bermain sebagai bentuk terapi telah menunjukkan hasil, yaitu 77 % anak yang mengalami problem emosi, perilaku, sosial dan mental mengalami perubahan yang positif melalui terapi bermain.

Melalui sebuah permaianan, anak mendapatkan media untuk memahami kebutuhan dan keinginan dirinya sehingga memunculkan kepercayaan diri yang baik pada anak. Manfaat lain dari bermain adalah meningkatkan daya kreativitas anak melalui ide-ide yang spontan dan bebas.

Anak mengekspresikan pengetahuan yang dia miliki sekaligus mendapatkan pengetahuan baru. Anak juga belajar bagaimana beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungannye ketika bermain. Hal tersebut dapat memberikan latihan kepekaan sosial bagi anak, sekaligus melatihnya mengontrol emosi.

Manfaat bermain tidak hanya dirasakan oleh anak, orangtua pun dapat mendapatkan manfaat bermain, yaitu meningkatkan kedekatan dengan anak. Kedekatan orangtua-anak merupakan pondasi yang sangat berharga untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Kedekatan yang terjalin dapat menjadi filter awal apabila anak-anak mengalami masalah. Oleh karenanya, bermain tidak hanya sebatas aktivitas menyenangkan tanpa arti.

Bermain, menyenagkan sekaligus menyembuhkan. Dengan bermain, masalah anak akan menjadi lebih mudah untuk dikenali dan dengan bermain, terapi terhadap masalah anak pun dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan.

Bermain, menjadi kegiatan yang serba manfaat. Untuk itu, dampingi anak-anak Anda ketika bermain, serta berilah ruang untuk mereka mengekspresikan diri dan imajinasinya dalam suatu permainan yang kritis dan membangun.

1 thought on “Bermain, Menyenangkan Sekaligus Menyembuhkan

  1. Nurul Balas

    Akhir akhir ini orang tua saya berantem dan itu secara fisik,saya juga sudah berpikiran saya sudah sedikit mengalami gangguan mental

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen + four =