Dekat Dengan Anak Melalui Aktivitas Bersama

[wc_row][wc_column size=”one-third” position=”first”] [wc_testimonial by=”” url=”” position=”left”]Apakah anda menyadari telah menghabiskan waktu 8 jam selama 5 hari kerja untuk beraktivitas di kantor?[/wc_testimonial] [/wc_column][wc_column size=”one-third”] [wc_testimonial by=”” url=”” position=”left”]Apakah anda merasa kualitas komunikasi anda pun menjadi berkurang dengan anak karena banyak dan padatnya aktivitas anda?[/wc_testimonial] [/wc_column][wc_column size=”one-third” position=”last”] [wc_testimonial by=”” url=”” position=”left”] Apakah anda juga merasa waktu anda untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak masih belum berkualitas?[/wc_testimonial] [/wc_column][/wc_row]

Pernahkah anda berpikir untuk melakukan kegiatan bersama dengan anak di waktu luang Anda?

Bagian terpenting dari komunikasi adalah terjadi interaksi antara orangtua dengan anak. Seperti yang diungkapkan oleh Pearson dan Nelson bahwa komunikasi adalah proses memahami dan berbagi makna. Melalui komunikasi orang tua mampu menangkap pesan yang disampaikan oleh anak. Memaknainya sehingga orangtua mampu memahami apa yang menjadi kebutuhan anak. Sebaliknya, anak pun juga mendapatkan umpan balik dari pesan yang disampaikannya, ia pun akan memaknai sehingga dapat memahami keinginan orangtua.

Berkomunikasi dengan anak tidak harus dengan men“duduk” kan nya dihadapan Anda dan bertanya dengan banyak pertanyaan yang ingin Anda ketahui. Hal itu malah membuat seorang anak tidak nyaman dengan Anda. Berkomunikasi dengan anak bisa dibangun salah satunya dengan cara melakukan kegiatan atau hobi yang menjadi kegemaran Anda dan anak.

Dekat Dengan Anak Melalui Aktivitas Bersama
Sumber: shutterstock.com

 Melakukan aktivitas bersama anak di waktu luang untuk meningkatkan kualitas hubungan antara orangtua dengan anak

Dari kegiatan atau hobi tersebut, Anda bisa memulai membangun interaksi dengan anak. Kualitas hubungan antara Anda sebagai orangtua dengan seorang anak pun akan terjaga meskipun dengan sedikitnya waktu luang yang ada. Berikut pilihan aktivitas yang dapat dimanfaatkan untuk membangun interaksi Anda sebagai orangtua dengan seorang anak :

  1.  Melakukan olahraga bersama
    Jika Anda dan anak menyukai jenis olahraga tertentu, luangkan waktu Anda untuk berolahraga bersamanya. Meskipun hanya jogging bersama mengelilingi kompleks di tempat tinggal, anak akan merasa memiliki partner dalam beraktivitas. Dengan bersama orangtuanya sendiri, kepercayaan anak terhadap Anda pun akan terbangun.
    Setelah berolahraga, Anda bisa memanfaatkan waktu untuk beristirahat dan sarapan bersama. Tanyakan kepadanya menu dan tempat sarapan apa yang disukainya. Dengan begitu Anda pun bisa mengetahui kesenangannya dalam hal makanan. Misal, dari sesuatu yang sederhana ia tidak menyukai bawang goreng, daun seledri, atau kecap manis. Mungkin kecil dan sepele, tapi belum tentu sebagian besar orangtua mengetahuinya. Anak pun akan merasa tersanjung karena orangtua mengedepankan kebutuhannya. Kapan lagi Anda dapat  memperhatikan kebutuhannya kalau bukan di saat waktu luang ?
    Sambil makan dan beristirahat setelah olahraga, ajaklah dia becanda dan menanyakan segala aktivitasnya yang ingin diketahui. Jika anak Anda tergabung dalam suatu klub olahraga, tanyakan segala aktivitasnya. Dengan Anda melakukan olahraga bersamanya, anak pun akan terbentuk pemahaman bahwa Anda bisa memahami hobinya karena Anda mau melakukannya bersama. Anak pun juga tidak canggung untuk bercerita kepada Anda.
    Setelah itu Anda pun bisa berganti topik dengan menanyakan teman-temannya di sekolah, gurunya, ataupun berita yang menjadi “trending topics” di lingkungannya. Anak akan merasa bahwa orangtuanya peduli terhadap dirinya. Di saat nanti ketika ia memiliki masalah atau menemui kesulitan, Anda lah sebagai orangtua yang akan menjadi tempatnya mengadu bukan orang lain. Anda sebagai orangtua pasti juga akan bahagia jika Anda diutamakan oleh anak-anak. Kapan lagi Anda mempunyai waktu berlama-lama dengan anak jika tidak di waktu luang ?
olahraga bersama anak
Dekat Dengan Anak Melalui Aktivitas Bersama

 

 

  1. Memainkan suatu permainan atau game bersama.
    Mungkin Anda sebagai orangtua merasa terlalu tua untuk bermain game. Tetapi melalui permainan tersebut Anda bisa mengetahui dan memahami bagaimana sebenarnya anak memecahkan suatu permasalahan.  Anda dapat memotivasi dan mendampingi anak ketika menemui hambatan dalam permainan. Ajak anak untuk berdiskusi dan menangkan permainan bersama-sama.
    Melalui permainan tersebut, secara tidak langsung Anda telah mengajarinya untuk menyelesaikan pekerjaan bersama dalam suatu tim. Nantinya diharapkan ketika dia dituntut untuk menyelesaikan pekerjaan yang terkait dengan tim, ia pun sudah terbiasa karena Anda sudah mengajari anak sebelumnya. Anda tidak perlu takut dan was-was ketika anak Anda menghadapi suatu kesulitan di lokasi yang jauh dari Anda. Anda sudah membekalinya dengan wawasan yang cukup sebagai referensinya dalam menyelesaikan permasalahan.

lego

    Contohnya bermain lego. Permainan lego membutuhkan kreativitas dan kemampuan berpikir yang lebih rumit untuk membuatnya menjadi sebuah objek tertentu. Misalnya, pesawat, perahu, robot. Orangtua bisa mengajaknya untuk berdiskusi kemungkinan cara yang digunakan. Di samping itu bisa memotivasi seorang anak untuk berusaha menyelesaikan permainannya.

 

  1. Menyiapkan makanan bersama.
    Waktu luang Anda akan segera berakhir dan harus beraktivitas kembali. Dengan waktu luang yang terbatas, Anda bisa mengajak anak untuk menyiapkan makanan bersama. Berbelanja, memasak dan menghidangkannya di meja makan.
    Berbelanja, selain mengajarkan tentang nilai uang kepada seorang anak, belanja adalah cara untuk membentuk hubungan positif orangtua-anak dengan melibatkan dan membuat anak merasa penting tentang keputusan menyiapkan makanan. Anda bisa mengatakan kepadanya “bahwa anda lebih bersemangat ketika dia menemani anda berbelanja”.
    Ketika memasak, Anda bisa mengajaknya untuk berbicara banyak hal dan menanyakan hal-hal yang belum sempat Anda tanyakan. Dengan suasana memasak yang santai, anak dapat dengan terbuka menyampaikan pendapatnya. Lalu saat di meja makan, Anda bisa menanyakan rencana kegiatannya di sekolah atau pun di lingkungannya. Anda pun bisa menawarkan dukungan kepada anak untuk membuatnya lebih bersemangat.  Dengan begitu anak pun tidak sabar menceritakan kegiatan yang sudah dilakukannya saat ia memiliki waktu luang bersama Anda nantinya.

 Hal yang mudah untuk dilakukan bukan?

Waktu luang tidak harus menunggu Anda cuti panjang atau saat liburan sekolah berlangsung, waktu luang yang terbatas pada saat akhir pekan pun bisa Anda manfaatkan untuk berinteraksi dan berkegiatan bersama dengan anak. Anak akan merindukan akhir pekan bersama karena dia akan  mendapat harta paling berharga yaitu waktu Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen − five =


Dapatkan info terbaru!

Selalu terhubung dengan kami, untuk mendapatkan informasi paling baru mengenai media eksplorasi untuk anda, anak dan keluarga.
Alamat Email
Aman dan Rahasia