Apakah depresiku hanya alasan dan bentuk perhatian?

Ayu Agni ditanya 2 bulan yang lalu

Dear Admin,
Selamat malam
Perkenalkan nama Saya Agni, saya wanita berusia 23 tahun asal Bali. Saya adalah anak tunggal. Saya merasa diri saya ini introvert, mungkin karena saya terbiasa sendiri dari kecil hingga sekarang. Dulu, saya dari SD dan SMP sering dibully karena fisik saya (gendut, item, jelek) yang mengakibatkan saya menjadi trauma dendam, kurang percaya diri, pemalu, pendiam sangat, tidak mudah percaya dengan orang lain. Sampai pada suatu saat saya masuk ke dunia kerja, keanehan yang saya miliki ini (introvert, kurang percaya diri, pemalu, pendiam) menjadi boomerang bagi saya. Bos dan teman teman kantor saya sering mengolok-olok saya, mereka bilang saya ini polos bodoh, psikopat, overthinking, asik dengan dunia sendiri. Selama satu tahun lebih saya merasa tertekan dengan bully an mereka dan penolakan  seperti itu oleh mereka. Pernah saya bilang ke mereka kalau saya ini depresi, tapi mereka mengganggap itu sebagai lelucon. Saya bilang ke mereka kalau saya ingin ke psikiater. Tapi mereka bilang : tidak perlu, buat apa ke psikiater, buang-buang duit, bikin ketergantungan. Depresi itu bisa disembuhkan oleh diri sendiri dan kemauan sendiri. Depresi itu ibarat emosi/keras kepala dalam diri, kamu harus mampu mengalahkan itu. Mereka menceramahi saya,: kamu kurang bersyukur, lihat dia (Rini namanya, temen kantor) kamu harus belajar pengalaman hidup dari dia (Rini pernah bercerai).
Sungguh saya merasa depresi bukan karena saya merasa malas atau apa. Saya ingin lari dari kehidupan ini, saya merasa hidup saya sudah gak berharga lagi, buat apa saya hidup, ingin bunuh diri tapi saya takut melakukannya bagaimana nasib ortu saya jika saya mati karena bunuh diri? Siapa yang akan menjaga mereka? 
Saya merasa tidak dianggap dan tidak dilibatkan dalam program perkerjaan. Rasanya sangat sakit dan sedih. Setiap berangkat ke kantor saya lelah, tidak ada minat lagi, tidak ada hasrat lagi, menangis dalam perjalanan. Di kantor saya pun sering dipermalukan dihadapan yang lain. Saya merasa marah, emosi, yang terpendam di hati hingga hanya ada kesedihan yang mendalam. Teman2 kantor menyarankan saya untuk ceria dan semangat dan tersenyum lah menghadapi hari-hari pada saat kerja, Namun.. rasa ceria, semangat, hanya bertahan beberapa menit, setelah itu saya kembali murung, merasa sedih yang mendalam,  lemah, tidak berniat melakukan apa-apa. Mereka menilai wajah saya terlihat stress. Tidak seperti teman2 saya yang lain yang menyembunyikan wajah stress nya dan terlihat normal.
Belum lagi ketika di rumah, saya sering merasa sangat sedih dan menangis dan menyalahkan diri sendiri. Kenapa saya lahir begini? kenapa saya begini? kenapa saya tidak mati saja? kenapa kau tidak ambil nyawaku Tuhan? Buat apa aku hidup?
Hasil tes online saya di JAGADDHITTA adalah depresi parah. 
Banyak yang bilang DEPRESI itu mengada-ada, alasan aja, minta perhatian, manja. Banyak orang gak percaya tentang DEPRESI. Termasuk ortu saya bilang: ngapain itu dipikirin?? bisa stress kamu nanti. 
Saya harus bagaimana admin??? Apakah saya bisa menikmati hidup dengan ikhlas dan bahagia?. Andaikan saya bisa memilih saya ingin hidup bahagia tanpa depresi, tapi itu sulit.
Apakah saya harus ke psikolog atau kedokter kejiwaan?? biar ada diagnosa nyata bahwa saya DEPRESI?
Apakah ciri-ciri yang saya dapatkan dari google internet dan tes online tidak bisa menjadi patokan bahwa saya depresi??
 
Mohon jawabannya admin, saya butuh bantuan untuk menolong kejiwaan saya.
Regards,
Agni
 
 
 
 
 
 

1 Jawaban
Wara Rahmawati, M.Psi, Psi Staff dijawab 1 bulan yang lalu

Dear Agni
Bagaimana perasaanmu hari ini?
Membaca pertanyaanmu, tentu berat menjalani hidup seperti yang Agni ceritakan. Semua masalah sepertinya menumpuk jadi satu dan seolah tidak ada jalan keluarnya, baik dari diri sendiri, kantor, maupun keluarga.
Namun tak perlu khawatir karena setiap orang tentunya punya masalah. Tergantung bagaimana diri kita sendiri memandang masalah terebut. Hal pertama yang sangat perlu dilakukan adalah menerima diri dengan segala permasalahan kita. Penerimaan diri ini akan membantu kita untuk menyadari konflik dasar yang sebenar-benarnya menjadi penyebab kondisi psikis kita yang tidak menentu.
Kenali penyebab utamanya, terima bahwa hal tersebut memang adalah diri kita, kemudian cari tahu solusi untuk mengatasi penyebab masalah tersebut. Coba renungkan, apa yang membuatmu kurang percaya diri? Jika karena bentuk badan, bisa diatasi dengan olahraga, nutrisi yang baik, perawatan yang teratur. Begitu juga untuk kondisi lain yang sudah Agni sebutkan.
Berikut contoh beberapa kegiatan untuk membantu Agni, Cara Praktis Atasi Depresi Melalui Aktivitas Fisik
Buka pintu yang membatasi dirimu, dan langkahkan kakimu untuk keluar dari pintu tersebut walaupun itu sangat tidak nyaman. Tantang dirimu sendiri untuk berani mencoba.
Namun jika kondisi dinilai Agni belum membaik, ada baiknya konsultasikan kepada professional yang terkait untuk mendapatkan penilaian lebih lanjut dan penanganan yang tepat. Agni dapat berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog yang berpraktek di sekitar tempat tinggal Agni.
Semoga membantu.