Putri asked 3 bulan ago

Sebelumnya saya mau minta maaf jika terlalu panjang tulisan saya ini, sebenarnya tulisan ini saya buat ketika saya lagi mengalami frustasi yang sangat berat.
Saya memiliki perasaan yang tidak dapat dipastikan, bisa tiba-tiba sedih sendiri, lalu saya selalu merasa bersalah jika membuat suatu kesalahan atau walaupun bukan saya yang salah tetap saja saya merasa itu salah saya, apalagi ketika orang lain yang salah tetapi menyalahi saya.
Saya akan merasakan pusing yang teramat sangat, saat saya terlalu sedih maupun frustasi, rasanya ingin menyakiti diri sendiri ketika saya berbuat salah seakan kesalahan saya itu fatal, dan saya sangat takut menyakiti orang lain karena satu kesalahan saya akan selalu membuat saya kepikiran.
Saya sering sekali tiba-tiba kambuh frustasi berat, yang membuat saya linglung, menjadi tidak fokus sama sekali ketika kambuh, dada saya terasa sakit sekali dan nyeri, sesak napas, dan juga membuat badan saya sangat lemah, seperti sehabis olahraga berat.
Cara saya untuk menghadapinya biasanya dengan cara menangis sampai saya puas, mendengarkan lagu dengan keras,sangat menghindari lagu2 sedih(slow) karna bisa membuat saya semakin sedih berlebih.
Ketika orang lain menyalahi saya, saya akan semakin menyalahi diri saya sendiri (hanya ketika saat perasaan frustasi saya sedang muncul) .
Saya sangat tertutup, sekalinya saya bercerita mengenai apa yg terjadi dengan saya, saya akan bercerita dengan pasangan saya itupun kalau saya sudah benar2 tidak bisa menahan lagi,tetapi saya lebih sering memendam sendiri karna saya tidak mau mendengar omongan2 orang lain seakan mereka tau jelas situasinya (hanya mendapat kritikan yg ditujukan seperti akan selalu menyalahkan saya juga) maka itu akan semakin membuat saya frustasi,dan menyalahkan diri saya (SAYA SANGAT MENJAUHI HAL TERSEBUT).
Saya sangat senang ketika ada orang yg bercerita mengenai mereka (Curhat),dan saya berusaha mengasih saran,karena dari situ saya dapat merasakan perasaan yg tenang dan lega,sehingga melupakan rasa frustasi saya. Cerita orang lain itu,membuat saya lebih bersemangat dan diri saya mendapatkan dampak positifnya.
Tidak dapat diprediksi kapan akan kambuh rasa frustasi saya, tapi saya sangat menjauhi hal2 yg menurut saya akan memunculkan rasa frustasi saya seperti (Kesepian/sunyi (ketika saya depresi saya sangat menjauhi tempat2 sunyi/sendirian tp saya sangat menyukai tempat sunyi tp tidak ketika rasa frustasi saya kambuh, memikirkan masa lalu karena akan membawa masa2 pahit atas kesalahan saya, lagu2 sedih/slow, mencari tahu informasi orang lain (stalking) yang akan memunculkan masa lampau yang pahit sehingga membuat saya semakin meyalahkan diri saya, bercerita mengenai diri saya atau apa yg terjadi dengan saya akan membuat saya semakin frustasi.
Lalu saat pikiran saya yg kosong saat frustasi, akan membawa dampak negatif bagi saya seperti menyakiti diri sendiri (memukul,menggores dengan benda2 sekitar).
Saya tidak menyukai tempat yang berisik, sekumpulan laki2 yang menatap saya (orang2 yg tidak saya kenal)(saya akan gemetar, deg2an dan takut yang berlebihan), tatapan orang terdekat (keluarga) yg seperti ingin marah atau sinis, dan ketika orang terdekat maupun orang lain yg menyalahi saya terus menerus, saya juga tidak suka ketika ada orang yang meninggikan saya yang berlebihan karena apa yang sudah saya lakukan tapi seakan menjatuhkan pihak yang lain (membandingkan, memarahi pihak lain dan membuat saya jadi contoh yang patut ditiru), begitupun sebaliknya (karena saya takut pihak yang lain menjadi kesal dan dendam terhadap saya padahal saya tidak melakukan apa-apa).
Ketika saya down, saya akan mulai memikirkan kesalahan saya semuanya sedetail mungkin, maupun orang2 yg menyalahi saya, yang mengejek saya, yang membandingkan saya, yang memarahi saya, sekecil apapun itu pasti akan teringat oleh saya.
Ketika saya mengalami frustasi yang memuncak, saya akan menutup kuping saya seakan banyak orang yang memarahi saya, ketika saya hilang kendali, saya akan mulai memukul2 badan saya dan menjambak rambut saya sampai rasa sakit akibat frustasi saya hilang.
Kelemahan saya,ketika orang lain bercerita mengenai mereka, saya sering memikirkan masalah yang mereka hadapi juga, hal yang cukup besar, ketika mereka sedih dan ada masalah, saya takut mereka merasakan itu terlalu dalam, terutama ketika keluarga saya bercerita mengenai apa yang terjadi dengan mereka, entah masalah keuangan,dan lain-lain. Yang membuat saya semakin frustasi, jika ada yang berhubungan dengan saya dan penyebabnya adalah saya juga.
Ketika sehabis saya tidur, saya akan terbangun nantinya dengan perasaan seperti tidak terjadi apa-apa,dan memikirkan apa yang saya buat kemarin atau sebelumnya, sepertinya saya terlalu berlebihan, tetapi nanti bisa muncul lagi perasaan saya tersebut.
Ketika saya down dan menangis adalah waktu yg sangat berbahaya, ketika nangis saya akan sangat stress.
Disaat orang lain meremehkan saya seperti “Ah lo lebay banget,lo cuma kecapean aja kali,lo gue liat baik2 aja kok,lo gak ada gangguan,cuma pikiran lo aja kali” disitu saya langsung seperti ditanamkan mindset dari kata2 orang tersebut,dan berfikiran kalo saya terlalu berlebihan,padahal saya sering mengalami frustasi berlebihan.
Saya membuat note ini agar tidak lupa apa saja yang akan terjadi ketika hal ini terulang, karena ketika kondisi saya sudah stabil, pikiran saya langsung kosong seperti tidak ada yang terjadi.