Firsty Rachmawati Ningtyas asked 3 bulan ago

Halo, selamat siang.  Saya Firsty, usia saya 17 tahun. Saya sebenarnya ingin menanyakan banyak hal. Tapi terlalu banyak hal di kepala saya sampai rasanya bingung harus saya tanyakan yang mana. Pertama tentang keadaan saya. Saya memiliki hubungan yang tidak menyenangkan di keluarga saya sejak saya kecil. Lebih tepatnya sampai 1 setengah tahun lalu. Saya rasa saya merasa terbebani tentang apa yang terjadi pada saya. Dulu hubungan keluarga saya begitu kacau. Dan saya sangat ketakutan. Karena itu mungkin jadi terbawa sampai sekarang. Bahkan untuk membicarakan hal-hal normal saya merasakan ketakutan yang luar biasa walau saya tahu tidak akan ada kejadian buruk yang akan menimpa saya kalaupun saya berbicara dengan mereka. Apalagi kehidupan saya di sekolah tidak jauh lebih baik. Saya mendapat beberapa masalah yang tidak saya inginkan di sekolah. Setiap malam saya selalu menangis dan berdoa, semoga besok saat saya bangun saya sudah mati. Tapi, ternyata tidak dikabulkan. Perasaan saya benar-benar berat menjalani dua lingkungan yang keduanya menolak keberadaan saya. Saya merasa pembawa sial. Saya selalu merepotkan semuanya. Dan seakan saya ini benar-benar bencana. Bahkan, saya merasa semuanya di alam semesta ini membenci saya. Saya sendiri juga lemah dan sakit-sakitan. Supaya saya bisa bertahan, saya terlalu sering berpura-pura. Sampai saya rasanya tidak mengerti lagi dengan diri saya sendiri. Saya rasa dulu saya tidak begini. Saya jadi merasa seperti bukan diri saya. Saya merasa ada banyak orang di dalam tubuh saya. Kadang saya bicara dengan mereka. Tapi, mereka sulit dikendalikan. Di kepala saya rasanya penuh dengan mereka yang berbicara. Setiap orang kalau saya tanya selalu mengatakan perubahan-perubahan yang cepat dalam emosi dan sifat saya. Lama-lama orang di sekitar saya mulai membicarakan bahwa saya orang aneh. Karena mendadak mengamuk di kelas juga saya sempat ditangani oleh guru bimbingan konseling di sekolah saya dan diam-diam guru itu memanggil orang tua saya. Sejak saat itu orang tua saya berubah kepada saya menjadi lebih baik. Ternyata, katanya saya memiliki trauma, depresi dan apalah itu ketakutan berlebihan dengan sesama manusia. Orang tua saya mulai berbicara pada saya dan mendesak saya untuk berubah menjadi orang normal. Karena saya takut orangtua saya kecewa karena tahu saya sulit untuk kembali normal akhirnya saya pura-pura lagi. Di sisi lain pikiran saya sudah makin liar. Dari yang dulunya cuma berpikir bagaimana rasanya kalau saya tertabrak, gunting atau pisau ini menembus diri saya sendiri, kemudian beralih, bagaimana kalau pisau ini mengenai orang lain. Saya takut kalau tiba-tiba tidak bisa mengendalikan diri dan tahu-tahu saya sudah merenggut nyawa orang lain. Saya tidak mau menjadi lebih berdosa dari sebelumnya. Saya benar-benar kacau. Dan tahu-tahu saya mulai tidak penyakitan. Tapi, tiba-tiba saya jadi merasa hampa dan aneh. Lalu, ketika orang-orang mulai menganggap saya gangguan mental saya justru mulai menikmatinya dan senang dengan anggapan itu. Saya benar-benar tidak tahu. Akhirnya saya bicara ke orang tua saya karena saya benar-benar sudah lelah berpura-pura. Saya tidak mau ditekan supaya cepat sembuh. Saya pikir, saya sudah begini sejak kecil sampai remaja. Semudah itu ya saya diminta balik normal dalam waktu hitungan hari? Saya merasa tidak terima. Akhirnya orang tua saya mencoba mengerti dengan sebenar-benarnya. Ayah saya bilang bahwa dulu ibu saya ternyata juga seperti ini. Lalu tahu-tahu saya bukannya mencoba melupakan semua yang terjadi. Tapi, tahu-tahu tanpa saya sadari saya berubah kosong. Saya tidak peduli apapun bahkan dengan diri saya sendiri. Ya kadang-kadang saya mengamuk. Dan bahkan rasanya sangat emosi kalau-kalau ada teman atau sahabat maupun keluarga saya yang seperti ingin menjauh dari saya. Rasanya saya benar-benar marah di atas wajar. Lalu saya mengamuk dan menangis dan marah seperti tidak terkendali. Dan saya merasa benar-benar menjadi penjahat sekarang. Saya merasa menjadi kriminal berat. Apalagi sifat saya yang tidak konsisten, terus berubah-ubah. Sampai saya tidak kenal diri saya sendiri lagi. Ketika saya berubah saya merasa hal-hal kecil seperti tulisan tangan maupun gaya bicara saya berubah. Seperti bukan saya tapi saya tahu itu saya tapi juga banyak saya di dalam saya yang saya tidak mengerti. Mohon dijelaskan tentang keadaan saya apakah saya benar-benar gila sekarang? Saya benar-benar berterima kasih.