Cerita atau simpan untuk diri sendiri?

Auliana Huwaida Nurulhuda asked 1 bulan ago

Saya orang yang diandalkan dalam keluarga, tapi saya tidak nyaman dengan hal tsb. Terkadanv saya bangga. Tapi lebih banyak sedih. Ketika saya bisa diandalkan untuk hal banyak, saudara2 saya bisa dengan santai tidak mengerjakan sesuatu hal apapun. Dan ketika ibu saya marah, saya tetap dimarahi walaupun sudah melakukan pekerjaan yang menurut saya hanya saya yang bisa melakukan diantara anak2 lainnya. Kemudian di rumah ini ada kakak ipar saya. Yang jarang sekali  bekerja. Sekalinya dia bekerja dan saya santai, saya dimarahi dan dibilang tidak bekerja apa2. Padahal menurut saya, hampir tiap hari saya selalu bekerha dan berusaha membantu pekerjaan ibu saya. setiap pekerjaan yang saya lakukan pun dinilai biasa saja. Ayah saya mungkin tidak terlalu peduli dengan kondisi ini. Yang saya tahu, ayah saya pun lebih cenderung ke saudara saya. Saya semenjak kecil tidak pernah curhat masalah saya ke siapapun, apalagi orang tua saya. Saya biasa hidup mandiri, tidak pernah di manja, dan dipaksa untuk bisa melakukan segala hal sendiri. Ketika saya meminta sesuatu, itu terlihat sangat sulot dikabulkan ketimbang saudara2 perempuan saya. Kami berlima. Saya anak ketiga dr 5 bersaudara, dan pertama anak perempuan. Jarak antara perempuan 1 dengan 1 nya tidak terlalu jauh. Dan badan kami hampir sama besar yang menunjukkan tidak terlalu ada perbedaan yang signifikan antara kami bertiga. Tapi yang saya rasakan, saya selalu dibedakan. Saya sendiri. Tidak punya teman curhat. Tidam diperhatikan. Tidam karuan.