Yedija Grace asked 6 bulan ago

Saya perempuan berusia 19 tahun. masa kecil saya terbilang buruk sekali. orang tua saya meninggalkan saya di nenek saya. di nenek saya hidup berempat dengan dua saudara laki-laki saya dan adik saya perempuan. kami semua di biayai oleh nenek saya yang adalah pensiunan PEPABRI RI. saat saya menginjak kelas 5/6 SD, saya mengetahui kalau orang tua saya masuk penjara karena kasus pembunuhan. saat itu saya ijin sekolah beberapa hari karena harus menengok kedua orang tua saya di cirebon. cukup lama, ibu saya 5 tahun dan ayah saya 12 tahun. akhirnya kedua orang tua saya dipindahkan di penjara Yogyakarta yang dekat dari tempat tinggal saya. saat pertama kali melihat kedua orangtua saya, yang ada dibenak saya adalah jengkel, sedih, marah, jijik. jujur, saya kecewa dgn orang tua saya, seluruh tubuhnya ada tattoonya dan masuk penjara karena kasus pembunuhan. saya malu. lalu saya tetap ikut dengan nenek saya sampai saya SMA. saya gak dekat sama sosok ayah. apalagi ibu. ada perasaan kecewa sedih dan ingin marah setiap ada yang bertanya mengenai orang tua saya. tak hanya itu, saya memiliki beberapa adik kandung perempuan yang sampai saat ini entah ada dimana. sejak saya duduk di bangku SMP saya mencoba bertanya ke orng tua saya dimana adik saya lainnya/ mereka blg “mama papa gak jual adek adeknya kamu, tapi papah titipin karna papah gak mampu.” dilain sisi, nenekku berkata kalau adik adikku dijual orang tuaku. entah mana yang harus aku percaya. sekarang, aku dibangku SMA. aku jatuh cinta padalaki laki yang tidak disukai keluargaku. dari dia kau melahirkan seorang anak laki laki lucu. sayangnya, pacarku tidak mengakuinya dan aku harus membesarkan sendiri. sekarang anakku sudah berusia 1 tahun. menggemaskan. sampai kapan pun aku memiliki beban yang hanya aku yang tahu betapaberatnya.