Depresi atau bukan?

Amanda Lovina Afifa ditanya 1 minggu yang lalu

Sebelumnya kenalkan. Namaku Amanda Lovina Afifa, lahir di sungai penuh, kerinci, jambi tanggal 12 desember 2003, tinggal disiulak mukai, kerinci, jambi, sekolah di SMP negeri 5 kerinci kelas 8. Aku orangnya Moody-an dan Moodku mudah berubah, aku melakukan apapun sesuai dengan mood. Aku juga orang yang mudah Baper kalau nonton film/drama tapi gak mudah diBaperin cowok. Aku salah satu anak BrokenHome sejak umur ±3 tahun. Aku punya satu kakak perempuan namanya Bella dan adik/saudari kembar namanya adinda. Sekarang aku tinggal sama kakek nenek dari pihak papa, sedangkan adik sama kakakku tinggal sama mama. Papaku bekerja di rumah sakit, sedangkan mamaku bekerja dikantor pemda. Sejak papa dan mama bercerai sekitar 12 tahun yang lalu kami diasuh oleh kakek nenek dari pihak papa karena dari lahirpun udah diasuh oleh mereka. Setelah bercerai papaku menikah lagi dengan seseorang satu tempat kerjanya dan tinggal dirumah istri barunya, sedangkan mamaku memilih untuk tidak menikah lagi dan kembali kerumah orangtuanya/nenek kakekku.Ayahku adalah anak pertama dari tiga bersaudara, dua orang laki\” dan satu perempuan. Sejak kecil aku sangat akrab dengan keluarga dari pihak ayahku dibandingkan dengan keluarga dari pihak ibuku karena memang kami tinggal bersama keluarga ayahku. Aku lebih akrab dengan adik\” ayahku dibandingkan ayahku sendiri karena dia terlalu sibuk bekerja. Aku tumbuh di keluarga yang sederhana dan keras, ayah dan kakekku orangnya pemarah, jadi aku sudah disiplin dan menjadi penurut semenjak kecil. Aku tidak terlalu banyak memiliki teman karena aku tidak terlalu sering bermain diluar atau biasa disebut Anak Rumahan terlalu sulit untuk meminta izin keluar dari rumah oleh karena itu aku lebih memilih berada dirumah saja. Awalnya biasa\” saja setelah perceraian papa mamaku, tapi setelah adik ibuku atau yang sering aku panggil dengan sebutan Bunda meninggal saat itulah aku mulai merasakan apa arti yang sebenarnya dari kata Kesepian, Bunda meninggal setelah berbulan\” berjuang untuk hidup dari sakit keras yang dideritanya entah itu penyakit apa akupun tak mengerti, aku sangat sedih, sangat terpukul karena kehilangan Bunda karena Bunda adalah orang yang paling memanjakanku lebih dari mamaku sendiri, Bunda yang membuatku merasakan Kasih Sayang lebih yang bahkan tak diberikan oleh orangtuaku sendiri.Semenjak aku memasuki usia remaja saat itulah aku mulai mengerti apa artinya BrokenHome, selama ini aku menganggap hal itu sepele dan tidak terlalu memperdulikannya. Pandanganku berubah semenjak itu, terlebih saat aku main kerumah temanku, saat melihat perhatian yang diberikan orangtua temanku terhadap anaknya jauh didalam lubuk hatiku aku mengatakan \’Kapan aku bisa merasakan hal ini lagi? Sudah bertahun\” yang lalu aku sudah tidak merasakannya\’ rasanya sakit melihat bahwa temanku itu sangat dimanjakan oleh orangtuanya yang bahkan kebalikannya denganku yang diterlantarkan oleh orangtuaku sendiri. Hari berganti hari, tibalah hari itu, hari yang sangat ku benci, hari itu sekitar tahun 2014/2015 mamaku menikah lagi bahkan tanpa mengatakannya kepadaku, terlebih saat mengetahui bahwa ayah tiriku itu adalah seorang Penipu, semenjak hari itu aku semakin membenci orangtuaku sendiri, kebencianku semakin hari semakin bertambah walaupun aku sudah berusaha untuk menghentikan rasa benci itu, aku tak bisa melakukannya terlalu sulit melupakan melihat apa yang mereka lakukan padaku. Ya aku tipe orang yang sulit melupakan apa yang orang lakukan terhadapku. Tahun 2017, papaku resmi bercerai dari mama tiriku setelah dikaruniai dua orang anak satu laki\” dan satu perempuan dan setelah pertengkaran yang terjadi diantara mereka. Papaku pulang kerumah nenek kakekku semenjak awal tahun 2016 ya ±1 tahun waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah itu. Aku kira akan menyenangkan jika papa pulang kembali kerumah, tapi nyatanya tidak sama sekali suasana dirumah menjadi awkward setelah pertengkaran antara papa dan kakek, nenekku juga tidak ada dirumah karena ikut dengan adik perempuan papaku untuk mengasuh anaknya yang masih kecil. Jadi hanya ada aku, kakek, dan papa dirumah. Kupikir setelah bercerai dengan mama tiriku papa akan bekerja seperti yang dulu biasa ia lakukan, nyatanya tidak dia hanya menghabiskan waktu untuk tidur, makan, main game, pergi ke warung kopi untuk ngobrol dengan temannya sampai larut malam. Awalnya aku hanya acuh tak acuh, tapi semakin lama papa hanya terus mengulangi kegiatan itu terlebih saat ia bilang dia ingin bertemu dengan adikku dirumah mama tiriku karena memang saat itu pihak mereka tidak mengijinkan papaku bertemu dengan adik\”ku, hatiku hancur saat papaku berulang\” kali mengatakan itu. Bagaimana tidak, selama setelah bercerai dari mamaku papaku hanya menjenguk kami 1-2 kali dalam waktu sebulan bahkan tidak sama sekali, ingin sekali aku mengeluarkan amarahku tentang apa yang telah ia perbuat padaku, tentang pedihnya aku menjalani hari\”ku tanpa kasih sayang orangtua, tentang pedihnya melihat bagaimana teman\”ku tumbuh sebagaimana usia mereka seharusnya, sedangkan aku? Aku harus berfikir dewasa disaat umurku masih anak\”, disaat aku seharusnya tumbuh bersama anak\” normal seusiaku dulu, tapi aku dengan berlapang dada mau menerima hal itu, mau menerima bahwa aku tidak bisa seperti yang lain, menerima bahwa aku berbeda dari yang lain. Melihat wajah papaku seakan\” tidak memiliki dosa terhadapku makin membuat diriku membencinya. Ditambah lagi akhir\” ini aku semakin sulit mengendalikan emosiku, aku sering marah\”, mudah tersinggung dan lain sebagainya. Fikiranku menjalar kemana-mana, bahkan hal kecilpun aku fikirkan. Aku juga sulit berkonsentrasi saat belajar dikelas, kehilangan nafsu makan, insomnia dimalam hari. Apakah aku mengalami depresi?