heartless

dhiev. ditanya 3 minggu yang lalu

saya tidak merasakan apa-apa, dulu awalnya saya benar2 mengontrol emosi saya untuk tidak terlihat orang lain, dari saya kelas 2 sd. hal itu saya lakukan karena ayah saya orang penting yang dimana pun saya harus menjaga sikap, saya bahkan mengontrol untuk tidak menyukai seseorang dari sekitar kelas 3 sd karena melihat teman2 saya merasakan patah hati. saya tetap mempercayai cinta tetapi dulu saya berpikir untuk tidak merasakannya dulu.  saya tidak menyesalinya, saya tetap berpacaran dengan seperti pasangan normal lainnya, bahkan mereka percaya saya menyukai mereka, padahal saya benar2 mengontrol supaya tidak ada apa pun dr saya yang terlibat. kemudian setelah saya berumur sekitar 16 tahun saya tidak merasakan apa-apa, saya tidak pernah bisa tidur di bawah jam 11 kecuali jika sudah tidak tidur selama beberapa hari. awalnya saya berpikiran karena ada hp tetapi ternyata setelah saya masuk boarding which is tidak diperbolehkan membawa hp saya tetap seperti itu, dari meminum susu cokelat, hingga membaca buku sudah saya lakukan agar saya mengantuk tetapi tetap tidak mempan. saya orang yang optimis di depan semua orang, tetapi begitu saya sendiri saya tidak bisa berbuat apa-apa, saya tidak pernah menceritakan ini kepada siapa pun. saya pernah merasa tidak terlihat atau begitu kecil sehingga saya sengaja menabrakan diri pada orang lain agar saya percaya bahwa saya terlihat dan saya ada. saya tidak pernah merasakan hal yang sudah terlewati, saya merasa itu mimpi. saya lebih suka berjalan tanpa alas kaki karena saya akhirnya merasakan kaki saya merasakan sesuatu. saya senang jika merasa sakit karena saya merasa hidup. saya adalah siswa yang aktif, siswa yang mempunyai penggemar, bahkan disegani karena orang-orang merasa saya adalah perempuan dengan harga diri tinggi. saya akan tertawa paling kencang, teman asrama yang tidak pernah terlihat menangis. tetapi bila sendiri air mata saya bisa tiba2 mengalir tanpa alasan. saya peduli dengan semua orang karena saya merasa beban untuk mereka walaupun kadang sayajuga ingin menjadi seseorang yang mereka pedulikan.  saya merasa alasan saya hidup hanya karena orang tua saya, jika say ingin menyakiti diri sendiri atau bahkan berpikir untuk bunuh diri saya akan mengingat mereka. jika saya  ingin menyakiti diri saya, saya akan menutup mata saya dan membayangkan menyakiti diri sendiri, kadang itu terasa nyata, karena terkadang saya tidak bisa membedakan mana yang bayangan saya mana yang nyata.  kadang saya lelah merasa sepert ini tetapi kadang saya bersyukur karena tidak harus sakit hati. saya juga ingin merasakan suka terhadap seseorang tetapi saya juga takut, saya tidak tahu harus apa karena jantung saya hanya berdetak lebih cepat jika kaget pada sesuatu yang benar2 saya takutkan, jika tidak maka dalam keadaan kaget pun jantung saya tidak berdetak lebih cepat. saya tidak tahu harus apa, saya lelah menangis, saya lelah dipandang sebagai seseorang tanpa hati, seseorang yang begitu tinggi hingga orang berpikir saya tidak membutuhkan seseorang di samping saya. saya hanya ingin tertidur cepat setiap malam, tanpa menangis terlebih dahulu agar saya lelah. saya tidak tahu harus apa.

1 Jawaban
Wara Rahmawati, M.Psi, Psi Staff dijawab 3 minggu yang lalu

Hallo diev, 
Semoga perasaanmu menjadi lebih lega setelah bercerita. Berat pasti rasanya harus menahan emosi dan perasaan dihadapan teman-teman maupun keluarga. Emosi-emosi yang menumpuk akhirnya menjadi beban bagimu untuk menghadapi dunia, namun tentu tidak mudah untuk membuka diri kepada orang lain sekadar berbagi cerita suka maupun duka.
Memiliki teman saudara atau teman dekat untuk berbagi sepertinya akan dapat membantumu untuk belajar terbuka. Belajar untuk mengatakan perasaanmu secara jujur secara perlahan, walaupun mencari teman dekat itu tidak semudah membalik telapak tangan.
Selain itu, untuk mengurangi beban pikiran atau perasaan yang tidak dapat diceritakan kepada siapa saja, kamu bisa menuliskannya dalam catatan harian. Ekspresikan emosinya dalam catatan tersebut.
Menurut penelitian, mengekspresikan emosi positif dan negatif melalui tulisan akan membantumu untuk menyadari kondisi diri yang sebenar-benarnya dan dapat membantu mengurangi beban pikiran maupun perasaan. Dengan tulisan, kamu dapat menuangkan segala emosi yang kamu tahan selama ini. Emosi yang membuatmu tidak merasakan apa-apa. Simpan baik-baik tulisan tersebut untuk menjaga kerahasiannya jika diperlukan.
Apabila kondisi dirasa tidak membaik, ada baiknya mengkonsultasikan masalah kamu kepada professional terkait seperti guru BK di sekolah, Psikolog, atau Konselor untuk mendapatkan bantuan.
Tetap semangat, dunia akan lebih ceria jika kita tersenyum kepadanya.