gliona asked 4 minggu ago

Saya gatau ini termasuk dari depresi atau bukan. Tapi saya gapunya tempat untuk mencurahkan apa yang saya pendam dari dulu.
Di keluarga, saya adalah anak kedua. Saya selalu merasa sebagai anak yang selalu disisihkan oleh ibu saya. Saya akui, saya memang pernah melakukan banyak kesalahan. Tapi, saya selalu berusaha menjadi yang terbaik diantara yang lain. Tapi usaha saya, selalu saja diabaikan. Seperti menjadi juara kelas, menang perlombaan, memegang jabatan diorganisasi atau apapun. Dulu, saat saya meminta sesuatu beliau selalu mengeluh, “dasar anak yang menyusahkan” atau “bisanya minta-minta aja”. Sejak saat itu. Sejak saya kelas 5 SD saya bertekad untuk tidak meminta sesuatupun kecuali ditawari oleh Ibu. 
Saya tidak pernah meminta hal-hal yang aneh. Tapi saya hanya butuh perhatian dari Ibu saya. Saya hanya butuh dia memerhatikan saya seperti ibu-ibu yang lainnya. Jika saya malas, beliau selalu mencemooh sambil membanding-bandingkan saya dengan kakak atau dengan adik saya. Ketika kakak atau adik saya berusaha untuk sesuatu dan akhirnya berhasil, beliau sering memberikan mereka reward. Sementara usaha saya selama ini, hanya dipandang sebelah mata alias diacuhkan begitu saja.
Saya sering merasa tertekan. Saya benci ibu saya. Bukan ibu namanya jika sering meremehkan saya. Tak hanya dari perkataan, pandangan matanya setiap saya bicara, beliau tidak suka. Seakan-akan saya ini bukan anaknya. 
Karena sikap ibu saya yang seperti ini, saya selalu merasa orang-orang pun seperti meremehkan saya. Saya benar-benar merasa tertekan. Prestasi saya menurun, saya merasa saya ini memang anak yang tidak bisa diharapkan. 
Terlebih, saat ini saya ingin mengajukan beasiswa ke luar negeri. Tapi saya tak punya biaya untuk menerjemahkan dokumen. Saya butuh ibu saya. Doa beliau  Dan dorongan beliau untuk saya.
Saya ingin suatu saat, ada yang bisa memberikan perhatian kepada saya. 
Tolong bantu saya.