Novidyana Puspita Dewi asked 3 minggu ago

Saya wanita umur 22tahun yang sekarang masih menjadi seorang mahasiswi disalah satu perguruan tinggi negeri di kota Pontianak. Saya ingin bertanya, bagaimana cara mengatasi sedih yang berlebihan jika mengingat masa lalu yang menyedihkan? Karena di kecewakan, di hianati, dan dibohongi serta ditinggalkan. Dianggap remeh, dipandang sebelah mata dengan orang lain, tidak dipercaya, tidak memiliki ruang untuk bisa di dukung? Saya selalu merasa saya orang paling buruk di dunia, saya merasa orang-orang lain sulit menghargai dan menerima kehadiran saya, mereka tidak mencintai saya dengan baik sebagaimana saya berusaha mencintai mereka dengan sangat baik. Saya trauma membangun hubungan baru dengan orang lain, tapi saya menjalani hubungan baru itu. Tentunya dengan perasaan yang flat, datar gitu aja tanpa perasaan yang seperti dulu saya pernah rasakan sebelum rasa sakit akibat penghianatan itu muncul. Saya ingin menikah, tapi saya takut untuk menikah. Karena saya takut saya tidak bahagia secara lahir, batin, maupun finansial. Selain itu, saya takut disakiti, saya takut kehidupan saya menjadi jauh lebih tidak baik. Saya takut orang lain menyakiti saya karena alasan krtidaksempketida fisik saya. Saya selalu minder dengan prnampipen fisik saya. Saya juga menderita penyakit kronik yang membuat tubuh saya terlalu kurus daripada normal nya, saya kehilangan nafsu makan saya, dan saya sering mengalami nyeri di lambung saya (yaa gastritis akut). Wajah saya kehilangan rona segarnya mungkin efek saya sering bersedih dan menangis. Saya terlihat lebih lesu dan tidak berselera apa-apa.