saya-tidak-tahu-mau-cerita-ke-siapa

seira asked 3 bulan ago

halo admin, saya tidak tahu harus kemana lagi saya bercerita, lalu saya menemukan laman ini. saya sekarang sedang berkuliah. saya merasa memiliki hidup yang terlihat sempurna oleh orang lain. saya mengikuti berbagai organisasi dan memegang peran penting dalam organisasi tersebut. walaupun saya berorganisasi, ipk saya tidak ada masalah. orang lain juga memandang saya berkecukupan. saya punya beberapa teman dekat di kos, namun karena sesuatu hal, saya jadi membenci mereka semuanya. saya jadi tidak percaya sama sekali pada mereka. di depan mereka saya berperilaku seperti tidak ada masalah, padahal sebenarnya dalam hati saya, saya sungguh benci, bahkan mendengar suaranya pun saya kesal. saya jadi membatasi diri dengan mereka dan berinteraksi seperlunya. walaupun saya sebal terhadap teman-teman di kos, teman-teman saya di kelas baik, bahkan saya mendapat teman yang hampir mirip visi hidupnya, membuat saya nyaman, namun saya tidak pernah benar-benar menceritakan keadaan personal saya karena mereka juga tidak pernah membicarakan hal-hal personal (ex: keluarga). akhir-akhir ini saya seringkali teringat pada masa kecil saya. padahal saya tidak ingat banyak. bahkan bisa dibilang saya hanya mengingat sekilas saja, tidak utuh dalam satu kejadian. beberapa kejadian yang saya ingat ketika kecil adalah saya pernah ditampar, dipukul, dan juga ditendang oleh orang tua saya. namun seiring berjalannya waktu mereka sudah tidak melakukan hal tersebut. saya juga sudah memaafkan, tetapi kenapa masih terasa sakit dan juga membekas di hati saya? saya bingung. selain itu, keadaan ekonomi keluarga saya bisa dibilang sedang tidak stabil sejak pindah rumah (2015). beberapa bulan yang lalu, ayah saya dikeluarkan dari pekerjaannya. sebelumnya, ayah saya sudah berganti-ganti pekerjaan kira-kira 4 kali, dan sekarang sudah menjadi freelancer dengan gaji yang tidak tetap setiap bulannya. saya memikirkan uang kuliah saya yang masuk dalam golongan paling tinggi, saya merasa orang tua saya kesulitan membayar uang kuliah saya, tetapi mereka tidak memberitahu saya. mereka terus saja berkata baik-baik saja, padahal saya yakin dalam sorot matanya berkata bahwa mereka tidak.  saya terbiasa berhemat, sehingga walaupun saya merasa uang saku saya setiap bulannya kurang, saya tidak akan meminta tambahan bila saya masih punya uang tabungan. akhir-akhir ini saya memakai hampir seluruh uang tabungan saya dan saya merasa lelah berhemat.  setelah saya melakukan tes, dikatakan saya depresi sedang. saya tidak menyangka. apa yang harus saya lakukan? dan sebenarnya saya kenapa?