Tata asked 1 bulan ago

Saya sedih, tapi saking sedihnya saya sudah tidak bisa menangis. Walaupun saya paksa, saya tetap tidak dapat menangis. Seperti kesedihan memang sudah bagian dari diri saya sendiri.  Keluarga saya hancur. Tidak sepenuhnya hancur, tapi sudah tidak ada rasa percaya lagi. Ayah saya berkali kali selingkuh, berkali kali menyakiti batin mama, kakak dan saya. Mama saya selalu bertahan demi saya dan kakak saya. Saya sedih untuk mama saya, tapi tidak bisa apa apa. Satu tahun ayah saya tidak bekerja, mama yang pontang panting mencari uang sedangkan ayah saya tidak melakukan apa apa. Ayah saya bahkan tidak pernah berdoa. Saya tidak pernah percaya dengan ayah saya lagi, semua kata katanya bohong. Ayah saya penghianat, pembohong. Saya tahu saya durhaka mengatakan itu kepada ayah saya, tapi memang benar itulah ayah saya.