Gangguan Berjalan Sambil Tidur Pada Anak

Tidur adalah salah satu kegiatan istirahat yang dibutuhkan anak-anak. Tidur membantu kita memulihkan kondisi setelah seharian lelah beraktivitas, terlebih pada anak-anak. Aktivitas anak yang begitu aktif, seperti berjalan, berlari, melompat, telah membuat mereka mengalami kelelahan yang kadang tidak mereka rasakan.

Anak-anak sangat ingin mengetahui dunia dengan dengan segala eksplorasi yang bisa dilakukannya, tanpa mengenal istilah lelah. Oleh karena kepadatan aktivitas tersebut, tentunya mereka membutuhkan ruang cukup untuk beristirahat dengan nyaman agar bisa kembali ceria menghadapi dunia baru di hari selanjutnya.

Namun, pernahkan orangtua mendapati setelah lelah seharian bermain, anak berjalan-jalan di dalam tidurnya?

Berjalan sambil tidur mungkin fenomena yang pernah dijumpai oleh sebagian orangtua. Anggapan yang muncul dari fenomena ini adalah anak mengalami mimpi yang membuatnya berjalan dalam tidurnya. Anak masih terbawa aktivitas bermainnya, sehingga mungkin mereka mengalami mimpi seperti aktivitasnya sebelum tidur.

Hal tersebut mungkin saja terjadi pada anak, namun apabila berjalan dalam tidur terjadi secara berulang, maka orangtua perlu mewaspai kondisi tersebut.  Berjalan sambil tidur  yang berulang ini bisa mengindikasikan adanya gangguan, yaitu gangguan berjalan sambil tidur (sleepwalking disorder) pada anak.

Gangguan berjalan sambil tidur pada anak, melibatkan episode berulang dimana anak yang sedang tidur bangkit dari tempat tidur dan berjalan di sekitar rumah sambil tetap tidur. berjalan dalam tidur atau biasa sleepwalking disorder lebih sering terjadi pada anak-anak (umur 1 sampai 12 tahun) dan akan berangsur menghilang ketika bertambah umur memasuki fase remaja (diatas umur 12 tahun).

Gangguan Berjalan Sambil Tidur Pada Anak

Penyebab dari gangguan berjalan sambil tidur pada anak masih belum diketahui, meskipun ada pengaruh faktor genetis maupun lingkungan yang terlibat. Orangtua yang sewaktu kecil sering mengalami hal ini, maka sangat mungkin menurun pada anaknya.  Anak-anak yang mengalami gangguan berjalan sambil tidur biasanya memiliki tatapan mata kosong, tidak tersponsif terhadap sentuhan dan sulit di bangunkan. Anak-anak hanya bisa mengingat sedikit dari kejadian yang dialaminya semalam.

Episode, gangguan berjalan sambil tidur pada anak, ini dapat berulang secara periodik sehingga mengganggu aktivitas anak. Anak dapat terbangun dalam keletihan yang akan mengganggu fungsi kesehariannya. Apabila kondisi ini berlanjut terus, bukan tidak mungkin menimbulkan permasalahan fisik dan emosional yang berarti.

Mencegah Gangguan Berjalan Sambil Tidur Pada Anak

Sebelum menimbulkan permasalahan yang berarti, ada baiknya orangtua memberikan perhatian pada aktivitas tidur anak. Ajarkan dan biasakan anak untuk memiliki jadwal tidur yang teratur agar anak memiliki cukup waktu untuk istirahat.

Istirahat yang teratur dan cukup tentu dapat memulihkan tenaga anak  dan irama tubuhnya pun dapat konsisten. Selain itu, menciptakan suasana sebelum tidur yang menyenangkan dapat pula membantu anak relaks dan tenang menjelang tidur.

Pendampingan orangtua sebelum anak tidur perlu dilakukan agar anak merasa tidak sendiri.  Tidak hanya sekadar mendampingi, ajak anak untuk berbagi cerita dan dengarkan cerita mereka secara antusias sehingga mereka merasa nyaman. Anak yang relaks dan tenang akan tenang pula dalam tidurnya.

Akan tetapi, apabila kondisi, gangguan berjalan sambil tidur pada anak, ini terus berlanjut dan menimbulkan masalah baik psikis maupun fisik yang sudah tidak mampu ditangani sendiri oleh orangtua, maka orangtua perlu membawa anak kepada ahlinya agar masalah dapat tertangani sedini mungkin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seven + ten =


Dapatkan info terbaru!

Selalu terhubung dengan kami, untuk mendapatkan informasi paling baru mengenai media eksplorasi untuk anda, anak dan keluarga.
Alamat Email
Aman dan Rahasia