Guru, teladan bagi anak di sekolah

Lingkungan telah diyakini menjadi bagian dari pembentukan karakter anak. Selain lingkungan keluarga, lingkungan yang ikut berperan besar dalam proses tersebut adalah lingkungan sekolah. Sekolah menjadi rumah kedua bagi anak-anak, karena waktu anak yang paling banyak digunakan selain di rumah adalah di sekolah. Anak-anak banyak menghabiskan waktu  di sekolah untuk belajar, bermain, bersosialisasi dengan banyak teman, dengan bimbingan dari guru sebagai pengganti orangtua.

Sebagai pengganti orangtua ketika di sekolah, bapak dan ibu guru memegang peran penting dalam pembelajaran yang dijalani oleh anak. Pembelajaraan di sekolah bukan hanya sekadar menularkan ilmu sains dan humaniora, tetapi pembelajaran juga berarti menularkan ilmu-ilmu tentang kehidupan.

Sekolah bukan hanya tempat bimbingan belajar matematika atau IPA, tetapi sekolah adalah miniatur kehidupan dunia. Oleh karenanya, tugas guru menjadi lebih kompleks, karena mereka harus berperan sebagai pengelola miniatur dunia tersebut. Mereka bertugas mendampingi anak, dan sekaligus mengawasi mereka.

Karena tugasnya itulah, guru menjadi sosok contoh teladan bagi anak di sekolah. Apa yang dilakukan oleh bapak atau ibu guru memiliki makna mendalam bagi anak. Mari kita tengok bersama, pernahkan anak Anda berkata, “kata Bu Guru, caranya seperti ini Ma/Pa?” kalimat sederhana itu telah menunjukkan betapa berartinya seorang guru bagi anak-anak.

Bagi anak-anak, tingkah laku guru adalah contoh nyata. Mereka mencontoh bagaimana guru bernyanyi, berbicara, menulis, mendongeng, dan banyak hal lainnya, dan tidak rela apabila guru mereka disalahkan. Dibutuhkan guru yang memang benar-benar seorang pribadi yang utuh dan berkarakter, agar  apa yang dipercaya anak dari guru adalah hal positif bagi tumbuh kembang anak.

Guru, teladan bagi anak di sekolah
Sumber: solopos.com

Teladan bagi anak di sekolah

Menyikapi kondisi tersebut, para guru selain wajib mengajarkan sains maupun humaniora  juga memiliki kewajiban menjadi teladan yang baik bagi anak. Pernyataan itu adalah pernyataan ideal yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru. Tidak dipungkiri, untuk menciptakan kondisi ideal tersebut tidaklah mudah. Sebagai manusia, guru pun akan memiliki problematika tersendiri yang bisa jadi berpengaruh pada performa dirinya. Hal tersebut adalah kondisi yang wajar, asal dapat dilampiaskan dengan cara yang bijaksana.

Kekesalan yang dilampiaskan kepada anak di sekolah bisa saja terjadi, apabila guru tidak memahami dan bijak memilah peran. Pelampiasan bisa termanifestasi dalam banyak hal, guru yang merokok di sekolah sudah banyak ditemui, guru yang berkata kasar kepada anak didik pun banyak ditemui, dan pasti ada pula guru yang kurang menjunjung etika kedisiplinan, terutama dalam hal waktu. Bentuk-bentuk perilaku tersebut hanya sebagian dari banyaknya kemungkinan perilaku yang muncul sebagai bentuk pelampiasan.

Apabila kondisi tersebut terus berlanjut, bagaimana kemudian pribadi-pribadi guru tersebut akan menjadi teladan bagi anak? Apabila sepanjang harinya di sekolah, anak mendapatkan paparan yang kurang positif, bukan tidak mungkin anak akan menginternalisasi apa yang yang dilihatnya sebagai hal yang wajar. Karena kewajaran yang berulang, lama-lama perilaku tersebut akan menjadi kebiasaan.

Guru, bisa menjadi teladan baik namun bisa juga menjadi contoh yang tidak positif bagi anak.  Oleh karena itu, sudah selayaknya sekolah membiasakan anak-anak mendapatkan pembelajaran kehidupan yang positif dan mendapat paparan perilaku yang mendukung perkembangannya, melalui seorang guru.

Jadi, apakah Anda sudah memahami peran penting profesi seorang guru?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × five =


Dapatkan info terbaru!

Selalu terhubung dengan kami, untuk mendapatkan informasi paling baru mengenai media eksplorasi untuk anda, anak dan keluarga.
Alamat Email
Aman dan Rahasia