Inisiasi Menyusu Dini

Inisiasi Menyusu Dini ( IMD ) adalah proses menyusu di mulai secepatnya dengan cara segera setelah lahir, bayi di tengkurapkan di dada ibu, kulit bayi melekat pada kulit ibu setidaknya selama satu jam atau sampai proses menyusu awal selesai ( Marshall Klaus : Early Emotional Ties Pediatric : 1998 ).

Pelaksanaan IMD penting bagi bayi karena dapat mengurangi tingkat stress pada bayi. Dada ibu berfungsi sebagai termoregulator bagi badan bayi, dimana kulit dada ibu memiliki kemampuan untuk menyesuaikan suhunya dengan suhu yang dibutuhkan oleh bayi. Bayi akan terlihat lebih tenang dan detak jantungnya pun stabil. Selain itu, pemberian ASI pada jam – jam pertama dapat menurunkan angka kematian bayi pada bulan – bulan pertama kehidupannya.

IMD juga penting bagi ibu. Ketika bayi mulai meyusu pada ibu, maka tubuh ibu akan menghasilkan hormon oksitosin. Hormon oksitosin berfungsi untuk melancarkan aliran ASI dari payudara ibu. Pada saat hormon oksitosin ini dihasilkan, otot rahim ibu akan mengalami kontraksi dan ukurannya kembali normal,  hal ini juga dapat mengurangi pendarahan pasca persalinan pada ibu.

Mengapa kontak kulit dalam proses IMD ini penting ?

Pertama, dada ibu yang memiliki sifat termoregulator akan menghangatkan bayi dengan suhu yang dibutuhkan oleh bayi, hal ini akan menurunkan angka kematian bayi akibat hipotermia (penurunan suhu tubuh.

Kedua, bayi yang tidak segera dipisahkan dari ibunya pasca persalinan akan merasa lebih tenang dan detak jantungnya pun stabil, karena dia belum terbiasa dengan keadaan diluar rahim, saat diletakkan didada ibu dia akan kembali mendengar detak jantung ibunya sama seperti saat masih di dalam rahim.

Ketiga, bayi akan terpapar bakteri baik yang terdapat pada kulit ibu dan bakteri baik tersebut kemudian akan membentuk koloni dalam usus bayi dan bertugas untuk memerangi bakteri jahat lainnya, sehingga bayi mempunyai daya tahan tubuh lebih tinggi.

Keempat, bonding (ikatan) kasih sayang antara ibu dan bayi akan terjalin dengan baik, karena pada 1 – 2 jam pertama bayi dalam keadaan siaga.

Kelima, bayi akan mendapatkan kolostrum, yaitu cairan emas yang mengandung zat kekebalan yang berfungsi untuk pertumbuhan usus serta melindungi bayi dari berbagai infeksi.

Keenam, sentuhan, isapan, dan jilatan bayi pada puting ibu akan merangsang hormon oksitosin, yang berfungsi melancarkan aliran ASI dari payudara ibu, selain itu hormon oksitosin ini secara psikologis akan membuat ibu merasa tenang, rileks, mencintai bayinya, meningkatkan ambang nyeri serta merangsang ASI.

Penelitian membuktikan, bayi yang lahir normal namun dipisahkan dari ibunya dan tidak melakukan Inisiasi Menyusu Dini, ternyata > 50% tidak dapat menyusu sendiri. Hal ini membuktikan bahwa bayi yang mendapatkan kontak kulit dengan ibu dan menyusu segera setelah lahir lebih berhasil menyusu secara eksklusif dan lebih lama disusui.

Selain pelaksanaan IMD, rawat gabung selama 24 jam sehari sangat diperlukan untuk memastikan proses menyusui dilakukan secara optimal. Bayi yang dirawat gabung dengan ibu dan diletakkan ditempat yang mudah di jangkau oleh ibu, membuat ibu bisa beristirahat sambil tetap menyusui sesuai keinginan bayi. Bayi yang sering terlanjur menangis akan lebih mudah menolak payudara untuk menyusui meskipun dia dalam keadaan lapar.

Awal yang baik bagi anak akan membuka kehidupan yang baik pula ke depannya. Diawali dengan pelaksanaan IMD, Anda telah memberi awal yang mengagumkan bagi tumbuh kembang buah hati tercinta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 + twenty =


Dapatkan info terbaru!

Selalu terhubung dengan kami, untuk mendapatkan informasi paling baru mengenai media eksplorasi untuk anda, anak dan keluarga.
Alamat Email
Aman dan Rahasia