Memahami Pola Pendidikan Yang Berkarakter Untuk Anak

[wc_row][wc_column size=”one-third” position=”first”]

test

[/wc_column][wc_column size=”two-third” position=”last”] [wc_testimonial by=”- Robert Frost” url=”http://www.brainyquote.com/quotes/topics/topic_education.html#y3KXzSDgS7aufAdD.99″ position=”left” width=”100%”]

“Education is the ability to listen to almost anything without losing your temper or your self-confidence.”

 

[/wc_testimonial] [/wc_column][/wc_row]

Bila berbicara pendidikan di Indonesia sekarang ini, menempuh pendidikan di sekolah identik dengan nilai akademik yang baik, dan ditutup manis dengan nilai kelulusan Ujian Nasional (UN) diatas standar rata-rata. Oleh karenanya, sebagian besar orang berlomba-lomba menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah bergengsi.

Tidak jarang pula yang memaksakan diri memperoleh pendidikan di sekolah yang jauh dari jangkauan ekonomi keluarga. Semuanya demi memperoleh pendidikan yang baik di sekolah yang baik pula, agar anak-anak pintar. Kepintaran yang dibuktikan dengan nilai tinggi di rapor sekolah.

Beberapa orangtua menilai keberhasilan anak di sekolah hanya dari nilai yang dilihatnya di rapor anak, sehingga apapun akan dilakukan agar nilai rapor anaknya baik. Cara-cara yang digunakan pun di luar dugaan. Akan tetapi, apakah orangtua menyadari pengaruh tindakannya terhadap perkembangan anak?

Dengan tuntutan orangtua agar anak selalu bisa menghasilkan nilai bagus, bagi anak yang memang dikaruniai kemampuan lebih mungkin tidak menjadi masalah. Masalah terjadi apabila kemampuan anak memang kurang maksimal di salah satu bidang, karena hasilnya pun akan kurang begitu baik.

Karena ketakutan pada tuntutan nilai bagus, sering kita dengar anak mencontek, memaksa teman mengerjakan tugasnya, atau membayar tukang kebersihan sekolah untuk mencuri jawaban, dan ada pula yang membayar joki agar menggantikannya ujian. Alangkah sebuah fenomena yang memprihatinkan. Di saat generasi muda, dibimbing untuk menjadi pribadi yang berkarakter, di sisi lain kadang tanpa disadari bimbingan itu sia-sia karena tuntutan orangtua yang kurang memahami anak.

Tidak ada kesalahan dalam menuntut anak untuk menjadi lebih baik!

Memahami Pola Pendidikan Yang Berkarakter Untuk AnakTidak ada kesalahan dalam menuntut anak untuk menjadi lebih baik, akan tetapi tuntutan yang tidak disertai dasar pemahaman yang kuat mengenai kelebihan dan kekurangan anak, bisa menjadi sebuah musibah. Pernahkah Anda membayangkan tuntutan tanpa dasar tersebut telah mengajarkan anak untuk berbuat kriminal di masa datang?

Terkadang, terlambat untuk menyadari bahwa anak bukan hanya penghasil angka 9 atau 10 di rapor, sebuah buku nilai yang bisa dibanggakan oleh orangtua. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak mengetahuinya sama sekali bukan?

Yang lebih penting dalam sebuah pendidikan adalah memberikan pengetahuan dan ilmu untuk dimanfaatkan anak dalam kehidupannya. Pengetahuan dan ilmu tidak selalu dapat dinilai dalam bentuk angka. Karena lewat pengetahuan dan ilmu, anak akan terbuka wawasannya sehingga dapat dengan bijak menentukan tindakan yang baik untuk masa depan mereka sendiri.

Pemahaman orangtua akan keinginan dan kemampuan anak sangat perlu untuk diasah dan dikembangkan. Orangtua adalah lingkungan sosial terkecil anak, dan dari lingkungan itulah awal mula anak belajar tentang kehidupan. Anak dapat menjadi pribadi yang memiliki integritas atau tidak, bermula dari pendidikan dalam keluarga, maka jadilah orangtua yang bijak, penuh wawasan dan ilmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two + nine =


Dapatkan info terbaru!

Selalu terhubung dengan kami, untuk mendapatkan informasi paling baru mengenai media eksplorasi untuk anda, anak dan keluarga.
Alamat Email
Aman dan Rahasia