Menggambar, Media Komunikasi efektif dengan Anak

Menggambar, media komunikasi efektif dengan anak. Media ini sederhana, ringan dan menyenangkan namun syarat makna. Anak-anak biasanya menyukai gambar-gambar menarik yang warna-warni. Tidak hanya sekadar melihat, tapi anakpun akan menyukai proses menggambarnya.

Selain melatih perkembangan motorik halus anak, seperti memegang pensil, media ini dapat digunakan untuk mengenal dan mengekspresikan emosi anak. Emosi yang terekspresi dapat menjadi dasar pribadi yang kuat agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal.

Menggambar adalah kreativitas dan media ekspresi diri. Melalui menggambar, anak menuangkan perasaan.  Gembira ria, marah, benci, sedih, dan kecewa adalah emosi-emosi yang sering dialami anak namun terkadang sulit untuk anak ekspresikan.

Seringkali, ada rasa takut anak terhadap penolakanyang mungkin diterimanya dari lingkungan. Ada kekhawatiran pada reaksi orangtua yang terkadang kurang mendukung, atau perasaan kecewa karena pencapaian diri yang tidak diakui lebih baik oleh linkungan. Hal tersebut memungkinkan timbulnya trauma pada anak sehingga anak menjadi menutup diri.

Emosi-emosi yang tidak terakomodasi dengan baik tersebut dapat membuat anak sulit untuk menceritakan apa yang sedang dialaminya. Apabila tidak segera ditangani, akan menjadi masalah yang berkepanjangan dalam tumbuh kembang anak.

Gambar yang telah dibuat oleh anak tidak dapat diartikan secara umum, apakah gambar itu bagus atau tidak. Anak memiliki tahap perkembangan yang berbeda setiap usianya. Ada perbedaaan pada tingkat ketrampilan anak, sehingga hasilnya pun akan berbeda.

Akan tetapi fokus perhatian dalam melihat hasil gambar anak adalah  kondisi anak pada saat itu dan hal apa yang digambar oleh anak. Anak dapat bercerita melalui gambar dengan segala emosi yang sedang dialaminya.

Anak bebas menggambar apapun yang ada dalam imajinasi dan daya khayalnya. Kekebasan tersebut adalah komunikasi tanpa batas yang dimiliki anak. Bertanya kepadanya mengenai perasaan apa yang paling kuat dirasakan anak pada saat menggambar dapat dijadikan pembuka cerita antara orangtua dan anak. Hal terebut dapat dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan ringan seputar gambar yang dibuat anak.

Menggambar, Media Komunikasi efektif dengan AnakTopik gambar yang menarik untuk dibahas dengan anak diantara bentuk gambar, coretan garis, dan pemilihan warna pada gambar, termasuk juga posisi menggambar. Kejelian orangtua dalam menyelami jawaban anak terhadap topik yang ditanyakan sangat dibutuhkan.

Jawaban-jawaban anak adalah kunci untuk membuka pengalaman anak yang belum tersampaikan secara lisan. Sebagai contoh, anak sepertinya tidak menunjukkan adanya ketakutan pada kejadian mati lampu, namun bila menggambar anak sering mengulang-ulang bentuk rumah, dengan coretan yang kuat, dan warna hitam pekat. Apabila orang yang mendampinginya menggambar tidak bertanya “apa dan kenapa”, bukan tidak mungkin anak akan mengalami ketakutan yang lebih. Pilihan-pilihan gambar anak biasanya mempunyai hubungan dengan ekspresi emosi anak.

Menggambar dapat menjadi media komunikasi efektif dengan anak. Orangtua dapat menjadi lebih dekat dengan anak melalui komunikasi melalui gambar. Yang terpenting untuk diperhatikan adalah ketulusan hati orangtua untuk mengapresiasi gambar anak, sehingga anak dapat dengan terbuka menceritakan pengalaman yang tertuang dalam gambar.

Terlalu banyak kritik karena hasil gambar kurang baik, selain tidak dapat berkembang dalam komunikasi, dapat juga membuat anak patah semangat dalam berkegiatan. Menjadi orangtua yang bijak akan membantu anak untuk tumbuh optimal.

 

Satu tanggapan untuk “Menggambar, Media Komunikasi efektif dengan Anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve + 17 =


Dapatkan info terbaru!

Selalu terhubung dengan kami, untuk mendapatkan informasi paling baru mengenai media eksplorasi untuk anda, anak dan keluarga.
Alamat Email
Aman dan Rahasia