Menjadi Superhero Bagi Anak-anak

   “Orangtuaku Idolaku, Mereka Superhero ku”                

Belakangan ini kita dikagetkan oleh berita bahwa seorang anak berinisial VT berumur 5 tahun lompat dari apartemen lantai 19 dikarenakan tidak boleh melihat film “Amazing Spiderman 2”. Mungkin bagi sebagian besar hal itu aneh dan terlalu berlebihan. Namun dari sudut pandang yang lain, bisa jadi menonton film tersebut adalah kebutuhan utama anak.

Ketika orangtuanya melarang, maka dia kecewa dan mengganggap orangtuanya tidak bisa memahaminya. Bisa jadi tokoh superhero Spiderman ini memang tokoh amazing untuk VT sehingga dia ingin sekali menonton aksinya. Karena dilarang oleh ibu, dia berusaha menunjukkan kepada ibunya dengan menirukan aksi yang amazing seperti tokoh superhero tersebut namun sayangnya berakibat tragis.

Tokoh superhero yang diidolakan anak adalah tokoh fantasi yang divisualisasikan oleh pembuat film, dimana tokoh tersebut bertugas untuk menjaga perdamaian dunia salah satunya dengan cara melindungi anak-anak dari tangan orang-orang yang ingin melukai.

Sebagian besar para pembuat film memang menggambarkan tokoh superhero sangat menyayangi anak-anak dan berusaha menjadi sahabat untuk anak-anak.  Seperti tokoh superhero Iron Man yang menjadikan seorang anak bernama “Harley” sebagai sahabatnya yang bisa membantunya mengalahkan musuhnya “Aldrich Killian”.

Dengan kepintarannya menggunakan perlengkapan digital untuk memperbaiki baju Iron Man Mark 42, Harley dapat membantu Iron Man bisa mengalahkan musuh-musuhnya. Sehingga akhirnya, iron Man memberikan hadiah seperangkat perlengkapan digital dan mini laboratorium untuknya.

Bahkan seorang Spiderman pun bisa membuat seorang anak berani menghadapi musuhnya sebelum Spiderman itu datang, kemudian mengatakan kepada anak tersebut “Kamu anak yang paling berani yang pernah ketemui” . Dan hal ini dilakukan oleh Captain America, Thor, dan masih banyak lagi tokoh superhero yang menjadi idola anak-anak.

Menjadi Superhero Bagi Anak-anak
The Avenger dan Spiderman
Menjadi Superhero bagi anak-anak

Sebenarnya cukup sederhana untuk menjadi Super hero yang selalu diidolakan untuk anak-anak. Anda pun sebagai orangtua pasti juga bisa melakukannya. Anda bisa menjadi superhero bagi anak anda dengan berusaha melindungi supaya tidak melukai hatinya dengan memakai lebih banyak  kalimat yang positif dan sebuah penghargaan.

Orangtua adalah sosok yang selalu dilihat dan nyata bagi anak-anak, ironis jika seorang anak lebih mengidolakan tokoh superhero yang sifatnya imajinatif dibandingkan orangtuanya sendiri. Bahkan rela bunuh diri demi tokoh superhero yang dikaguminya. Sebagai orangtua, sudah seharusnya bisa menjadi sahabat layaknya Iron Man dan Harley.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjadi superhero yang diidolakan oleh anak-anak:

  1. Dengarkan mereka. Anak-anak memiliki keunikan di setiap tahapan perkembangannya. Dengarkan mereka setiap kali berbicara. Apapun yang terucap dari mulutnya, meskipun itu tidak jelas dan terdengar merajuk, namun itu sangat bermakna untuk mereka.
    Mereka berusaha untuk mengungkapkan apa yang menjadi keinginan dirinya. Jadi dengarkan mereka sampai selesai mengutarakan yang menjadi keinginannya bahkan keingintahuannya.
    Dikutip dari sebuah sumber, kejadian di Australia, salah seorang anak laki-laki mendekati ayahnya yang sedang mengerjakan televisi untuk menanyakan “bagaimana rasanya orang gantung diri” setelah menonton televisi adegan orang gantung diri. Namun ayahnya tidak menggubris dan menyuruhnya pergi untuk tidak mengganggunya.
    Beberapa saat kemudian ketika ayahnya memanggil, anak tersebut tidak menyahut ternyata anak tersebut ditemukan sudah tewas di garasi dengan cara menggantung dirinya. Mungkin pertanyaan anak-anak sepele bagi anda sebagai orangtua tapi sangat berarti untuk menjawab keingintahuan mereka.
  1. Berempati. Berusahalah untuk memahami apa yang dirasakannya. Mungkin apa yang dirasakan seorang anak tidak berarti untuk anda sebagai orangtua, bahkan terlalu berlebihan tetapi itu sangat berarti untuk anak anda.
    Seperti yang dialami oleh VT, dia ingin sekali menonton aksi Spiderman, dia takut ketinggalan aksi superhero favoritnya namun ibunya menolak karena harus mengurusi adiknya yang sedang sakit.
    Berusahalah memahami keinginan besarnya tersebut dengan menunjukkan betapa besar juga keinginan anda sebagai orangtua untuk menemaninya menonton, sehingga dia bisa menonton aksi superheronya dari dekat namun di satu sisi berikan pengertian akibatnya jika kita meninggalkan adik yang sedang sakit untuk menonton. Sampai akhirnya pun dia juga berusaha untuk memahami situasi yang dihadapi.
  1. Jadikan anak sebagai sahabat bagi orangtua. Berbicaralah dengan mengajaknya berdiskusi tanpa menimbulkan jarak seperti “aku adalah orangtuamu dan kamu harus menuruti segala perintahku”.
    Hal itu hanya menimbulkan dendam dalam dirinya dan ingin menunjukkan bahwa “aku bisa melakukan segalanya tanpa harus menuruti perintahmu”. Tunjukkanlah anak-anak tersebut dengan kondisi yang ada.
    Seperti kasus VT, seharusnya orangtua bisa menjadikan VT menjadi partner atau teman untuk ibunya dengan mengajaknya untuk menjaga adiknya yang sedang sakit. Dengan begitu hal ini membuat seorang anak menjadi berharga dan dia tidak merasa dikesampingkan kepentingannya karena orang lain.
  1. Kalimat Positif. Seperti yang dilakukan para superhero dengan sering memuji anak-anak tersebut seperti dengan kalimat “anak pemberani”, “anak pintar”, “anak hebat”.
    Sederhana tapi mungkin sulit untuk dilakukan. Sebagian besar orangtua mungkin hanya memuji anak-anak tersebut ketika mendapat nilai baik, menjadi juara kelas atau ketika dia mementingkan kompetisi.
    Jarang orangtua memberikan pujian ketika anaknya berhasil melewati kesulitan atau permasalahan lainnya. Seperti kasus VT, ketika dia sudah membantu ibunya untuk menjaga adiknya berilah pujian dengan kalimat positif “Jagoannya mama”, “anak hebat” sehingga dia merasa lebih berharga. Tanpa melompat seperti aksi yang dilakukan Spiderman pun ia adalah superhero dan jagoan untuk ibu dan adiknya.
  1. Berikan “Reward” atau Hadiah. Berikan anak-anak tersebut hadiah yang sedang mereka inginkan atau yang sedang menjadi kebutuhannya ketika mereka berhasil untuk menaklukkan suatu permasalahan.
    Seperti kasus VT, berilah hadiah pada dirinya dengan mengajaknya menonton karena sudah berusaha memahami situasi yang dihadapi orangtuanya dan mau membantu ibunya.

Dengan cara tersebut Anda sebagai orangtua adalah sosok yang menghargai anak anda sehingga diharapkan ketika anda mempraktekkan langkah diatas sebagai orangtua, anda adalah superhero yang paling diidolakan oleh anak anda dibandingkan tokoh idolanya yang hanya bisa dikaguminya melalui cerita dalam film.

Jadi, Selamat mencoba menjadi superhero bagi anak-anak anda!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − five =


Dapatkan info terbaru!

Selalu terhubung dengan kami, untuk mendapatkan informasi paling baru mengenai media eksplorasi untuk anda, anak dan keluarga.
Alamat Email
Aman dan Rahasia