Pendidikan Karakter Dengan Atau Tanpa Kurikulum 2013

Berita mengenai penggantian kurikulum di Indonesia sudah menjadi topik hangat dalam berbagai media. Kurikulum 2013 yang belum lama diterapkan telah diganti dan dikembalikan ke kurikulum sebelumnya. Hal ini menimbulkan dilemma yang tidak dapat terelakkan dalam dunia pendidikan. Setelah persiapan yang cukup matang dengan banyaknya pelatihan-pelatihan guru dan kelengkapan infrastruktur yang sudah dilakukan, kurikulum ini tidak lagi mendapat rekomendasi untuk dilanjutkan penggunaannya.

Pendidikan berbasis karakter yang diusung kurikulum 2013, tidak mampu membuatnya menjadi kurikulum yang memiliki nilai guna lebih hingga akhirnya harus berganti. Kurikulum ini banyak menuai kritik karena implementasi di lapangan kurang sesuai dengan teori dan harapan  yang sudah dirumuskan di dalamnya. Lantas, bagaimana dengan nasib pendidikan berbasis karakter siswa yang didengung-dengungkan akan berhasil di kurikulum 2013?

rp_1712586p.jpg

Pendidikan berbasis pengembangan karakter adalah cita-cita mulia yang dharapkan dapat menjadikan generasi muda Indonesia memiliki karakter yang unggul melalui pendidikan di sekolah. Tanpa mengesampingkan peran dan fungsi orangtua, pendidikan karakter di sekolah adalah usaha yang dilakukan bersama untuk memperkuat daya saing siswa-siswa sekolah menghadapi era globalisasi sekarang ini.

Tugas mendidik hingga memiliki karakter yang matang sebenarnya adalah tugas bersama yang merupakan kolaboasi antara guru dan orangtua. Tidak hanya pendidikan di sekolah saja yang menjadi tumpuan dalam mendidik karakter siswa, tetapi orangtua pun memiliki peran yang sama. Peran keduanya tidak dapat saling menggantikan, namun keduanya saling melengkapi.

Sekolah, sebagai rumah kedua bagi anak-anak, rumah utama mereka tetaplah orangtua, memiliki kewajiban yang sama dalam mendidik anak, atau dalam hal ini siswa. Sebagai rumah kedua, sekolah dan guru yang mengajar di dalamnya adalah orangtua bagi para siswa yang berkewajiban membimbing mereka berhasil secara akademik maupun non akademik. Tidak hanya guru bimbingan dan konseling yang bertugas memberikan pendidikan karakter kepada siswa di sekolah, namun semua guru memiliki kewajiban yang sama terhadap siswa.

Guru sebagai orangtua di sekolah, haruslah memiliki kebesaran hati dan pemahaman yang cukup terhadap tumbuh kembang anaknya, agar dapat mendampingi bertumbuh dan berkembang dengan optimal. Ada peran dan tanggung jawab yang harus diambil dalam memberikan yang terbaik bagi siswa, walaupun peran dan tanggung jawab tersebut hanya sebatas di lingkungan sekolah.

Guru perlu memahami bagaimana perkembangan dan karakteristik anak didik yang rata-rata menginjak remaja agar memahami bagaimana pola pikir, pola rasa dan pola tindak siswa. Hal tersebut dimaksudkan agar guru dapat memberikan pendidikan yang layak dan contoh teladan yang baik untuk para siswa. Untuk itu, maka secara otomatis guru pun perlu memiliki karakter yang unggul agar siswa mendapat contoh yang nyata bagaimana mengembangkan karakter unggul.

Memberikan pendidikan karakter bukanlah hal yang dapat dilakukan secara instan. Butuh proses yang harus dijalani untuk membentuk anak, menjadi insan Indonesia yang berkarakter. Oleh karenanya, pendidikan karakter di sekolah haruslah dimulai dari mematangkan karakter guru. Guru sebagai ujung tombak rumah kedua bagi siswa memiliki kewajiban yang besar untuk dapat menempatkan diri sesuai peran dan fungsinya sebagai pengganti orangtua di sekolah.

Dengan karakter guru yang matang, peran mereka dalam mengajarkan dan membimbing siswa memiliki karakter yang unggul pun secara otomatis akan tercipta. Hingga pada akhirnya, baik itu dalam kurikulum 2013 ataupun di kurikulum lain nanti yang akan diterapkan oleh pemerintah, pendidikan akan tetap berjalan seiring dengan matangnya karakter guru yang mengajar di dalamnya.

( Artikel “Pendidikan Karakter Dengan Atau Tanpa Kurikulum 2013” juga diterbitkan dengan judul yang sama melalui kompasiana.com tanggal 17 Desember 2014 di ¬†http://edukasi.kompasiana.com/2014/12/17/pendidikan-karakter-dengan-atau-tanpa-kurikulum-2013-711028.html )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fourteen + nine =


Dapatkan info terbaru!

Selalu terhubung dengan kami, untuk mendapatkan informasi paling baru mengenai media eksplorasi untuk anda, anak dan keluarga.
Alamat Email
Aman dan Rahasia