Perkembangan Psikologis Anak dan Remaja

Perkembangan psikologis anak dan remaja secara individual dimulai sejak masa bayi hingga masa dewasa. Perkembangan adalah suatu perubahan fungsional yang bersifat kualitatif, baik dari fungsi-fungsi fisik maupun mental sebagai hasil keterkaitannya dengan pengaruh lingkungan.

Perkembangan psikologis anak dan remaja dapat juga dikatakan sebagai suatu urutan-urutan perubahan yang bertahap dalam suatu pola yang teratur dan saling berhubungan. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam perkembangan ini bersifat tetap, menuju ke suatu arah, yaitu ke suatu tingkat yang lebih tinggi.

Perkembangan psikologis anak dan remaja

Perkembangan psikologis anak dan remaja berlangsung dalam 5 tahap, sebagai berikut:

Perkembangan masa bayi (sejak lahir – 2 tahun)
Dalam tahap ini perkembangan pribadi psikologis anak dan remaja didominasi oleh perasaan. Perasaan-perasaan senang atau tidak senang menguasai diri anak bayi, sehingga setiap perkembangan fungsi pribadi dan tingkah laku bayi sangat dipengaruhi oleh perasaan. Perasaan ini sendiri tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan berkembang sebagai akibat dari adanya reaksi-reaksi bayi terhadap stimuli lingkungannya.

Perkembangan masa kanak-kanak (2 – 12 tahun)
Dalam tahap ini, perkembangan pribadi psikologis anak dan remaja dimulai dengan makin berkembangnya fungsi-fungsi indera anak untuk mengadakan pengamatan. Perkembangan fungsi ini memperkuat perkembangan fungsi pengamatan pada anak. Bahkan dapat dikatakan, bahwa perkembangan setiap aspek kejiwaan anak pada masa ini sangat didominasi oleh pengamatannya.

psikologis anak dan remaja

Perkembangan masa pre adolesen (12 – 15 tahun)
Dalam tahap ini perkembangan fungsi penalaran intelektual pada anak sangat dominan dengan adanya pertumbuhan sistem syaraf serta fungsi pikirannya, anak mulai kritis dalam menanggapi suatu ide atau pengetahuan dari orang lain.

Kekuatan intelektual kuat, energi fisik kuat, sedangkan kemauan kurang keras. Dengan pikirannya yang berkembang anak mulai belajar menemukan tujuan-tujuan serta keinginan-keinginan yang dianggap sesuai baginya untuk memperoleh kebahagiaan.

Perkembangan masa adolesen (15 – 20 tahun)
Dalam tahap perkembangan ini kualitas kehidupan psikologis anak dan remaja diwarnai oleh dorongan seksual yang kuat. Keadaan ini membuat anak mulai tertarik kepada lawan jenis. Disamping itu, anak mulai mengembangkan pengartian tentang kenyataan hidup serta mulai memikirkan pola tingkah laku yang bernilai moral.

Ia juga mulai belajar memikirkan kepentingan sosial serta kepentingan pribadinya. Berhubungan dengan berkembangnya keinginan dan emosi yang dominan dalam pribadi anak dalam masa ini Maka anak dalam masa ini sering mengalami kegoncangan serta ketegangan dalam jiwanya.

Masa pematangan diri (setelah umur 20 tahun)
Dalam tahap ini perkembangan fungsi kehendak psikologis anak dan remaja mulai dominan. Anak mulai dapat membedakan adanya tiga macam tujuan hidup pribadi, yaitu pemuasan keinginan pribadi, pemuasan keinginan kelompok dan pemuasan keinginan masyarakat.

Semua ini akan direalisir oleh individu dengan belajar mengandalkan daya kehendaknya. Dengan kemauannya, orang melatih diri untuk memilih keinginan-keinginan yang akan direalisir dalam tindakan-tindakannya.

Realisasi setiap keinginan ini menggunakan fungsi penalaran, sehingga orang dalam masa perkembangan ini mulai mampu melakukan “self direction dan self control“. Dengan kemampuan itu maka manusia tumbuh dan berkembang menuju kematangan untuk hidup berdiri sendiri dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 − seven =


Dapatkan info terbaru!

Selalu terhubung dengan kami, untuk mendapatkan informasi paling baru mengenai media eksplorasi untuk anda, anak dan keluarga.
Alamat Email
Aman dan Rahasia