Kembangkan Potensi Siswa Lewat Pendidikan

Pendidikan merupakan proses dimana individu dapat mengembangkan berbagai macam potensi diri yang dimiliki masing-masing, karena setiap individu memiliki potensi diri yang berbeda. Perbedaan potensi diri ini harus dapat dipahami dengan baik oleh guru maupun orangtua dalam proses mengembangkan potensi siswa.

Pendidikan dan pengembangan potensi siswa

Secara filosofis universal, pendidikan bertujuan untuk perkembangan individu. Hal ini dapat dilihat dari tujuan pendidikan sebagaimana disampaikan oleh Hirst tentang hakikat pendidikan, yaitu bahwa tujuan pendidikan adalah perkembangan.

Menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang dibutuhkan.

potensi siswa
Sumber: tempo[.]co
Pendidikan yang berlaku di Indonesia, baik pendidikan yang diselenggarakan di dalam sekolah maupun di luar sekolah, pada umumnya diselenggarakan dalam bentuk klasikal. Penyelengaraan pendidikan klasikal ini berarti memberlakukan sama semua tindakan pendidikan kepada semua peserta didik, walaupun diantara masing-masing mereka sangat berbeda.

Oleh karena itu, penyelenggaraan pendidikan yang mengutamakan pemenuhan sifat-sifat dan kebutuhan umum peserta didik, seperti pengakuan akan kemampuannya, ingin untuk mendapatkan kepercayaan, kebebasan, dan semacamnya, adalah penting.

penyelenggaraan pendidikan yang mengutamakan pemenuhan sifat-sifat dan kebutuhan umum peserta didik adalah penting.

Beberapa usaha yang perlu dilakukan didalam penyelenggaraan pendidikan, sehubungan dengan minat dan kemampuan peserta didik yang dikaitkan terhadap cita-cita kehidupannya antara lain adalah :

  1. Bimbingan Karir dalam upaya mengarahkan siswa untuk menentukan pilihan jenis pendidikan dan jenis pekerjaan sesuai dengan kemampuannya.
  2. Memberikan latihan-latihan praktis terhadap siswa dengan orientasi kepada kondisi (tuntutan) lingkungan.
  3. Penyusunan kurikulum yang komprehensif dengan mengembangkan kurikulum muatan lokal.

Potensi diri yang dimiliki masing-masing peserta didik seharusnya dapat disalurkan dengan baik oleh sekolah sebagai lembaga pendidikan. Kegiatan belajar yang monoton akan membuat anak merasa bosan dengan proses belajar mengajar. Kegiatan Ekstrakurikuler dapat menjadi salah satu jalan untuk menyalurkan antara peserta didik dengan bakat dan minat masing-masing.

Kegiatan ekstrakulikuler untuk pengembangan potensi siswa

Sudah selayaknya selayaknya guru dan sekolah dapat memfasilitasi siswa untuk menyalurkan potensi yang sesuai dengan minat dan bakatnya, melalui kegiatan Ekstrakurikuler di sekolah. Maksimalisasi potensi diri yang dimiliki oleh seseorang berpengaruh besar pada pembentukan pemahaman diri dan konsep diri. Ini juga terkait erat dengan prestasi yang hendak diraih didalam hidupnya kelak.

Aspek diri yang dimiliki seseorang yang patut untuk diperkembangkan antara lain 1)Dimyati dan Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran, Jakarta : Rineka Cipta :

  1. Diri fisik : meliputi tubuh dan anggotanya beserta prosesnya.
  2. Proses diri : merupakan alur atau arus pikiran, emosi dan tingkah laku yang konstan.
  3. Diri sosial : adalah bentuk fikiran dan perilaku yang diadopsi saat merespon orang lain dan masyarakat sebagai satu kesatuan yang utuh.
  4. Konsep diri : adalah gambaran mental atau keseluruhan pandangan seseorang tentang dirinya.

Setiap individu memiliki potensi diri, dan tentu berbeda setiap apa yang dimiliki antara satu orang dengan orang lain.Sekolah dan orang tua berperan penting dalam pengembangan potensi siswa. Ekstrakurikuler yang ada dapat menjadi salah satu jalan yang tepat dalam menyalurkan potensi siswa.

Sekolah dapat lebih banyak menyediakan kegiatan ekstrakurikuler, kalau bisa bekerja sama dengan organisasi yang khusus menyalurkan minat atau bakat anak. Seperti ekstra sepak bola, pencak silat, musik, dan kegiatan penunjang lain yang dapat mengembangkan potensi siswa.

Siswa yang mendapatkan kesempatan lebih besar dalam mengembangkan potensinya, akan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam hidupnya. Oleh karena itu guru dan sekolah harus dapat menjadi mediator, fasilitator, dan sumber belajar dalam pembelajaran.

 

Referensi   [ + ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × four =


Dapatkan info terbaru!

Selalu terhubung dengan kami, untuk mendapatkan informasi paling baru mengenai media eksplorasi untuk anda, anak dan keluarga.
Alamat Email
Aman dan Rahasia