Buletin Jagaddhita Januari 2019

Grup Teman Sebaya (Geng) Jaman Sekarang, Baik atau buruk?*

(*Kajian tentang Grup Teman Sebaya Pada Kasus Kenakalan Remaja)

Seluk beluk kehidupan remaja memang topik yang menarik untuk diperbincangkan. Remaja dalam masa transisi dari anak menjadi dewasa, sering kali tidak suka diberi label masih anak-anak namun belum pula dapat bertindak seperti dewasa dalam mengambil keputusan.

Menurut Calon, dalam Mönks & Knoers, 2002, remaja belum memperoleh status orang dewasa tetapi tidak lagi memiliki status kanak‐kanak, sehingga hal tersebut menimbulkan gejolak diri yang luar biasa.

Dalam rentang kehidupannya, remaja memiliki tugas perkembangan yang harus diselesaikan, salah satu tugas tersebut adalah mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita (Havighurst dalam Hurlock, 1990).

Teman sebaya adalah anak-anak atau remaja dengan tingkat kedewasaan yang relatif sama, sering kali mereka  membentuk grup teman sebaya (peer group) atau geng.

Remaja cenderung mencari dukungan dari sesamanya, dalam hal ini peer group, yang dianggap memiliki nilai-nilai yang sama. Akan tetapi, apakah peer group yang dipilih remaja berdampak baik atau buruk bagi perkembangan mereka selanjutnya?

Remaja dan Grup Teman Sebaya (Peer Group)

Masa remaja adalah masa di mana perubahan tubuh, minat, dan peran yang diharapkan kepadanya berjalan dengan cepat atau disebut masa transisi. Masa yang menempatkan remaja pada usia yang rawan akan permasalahan.

Apabila dikaitkan dengan peer group, remaja memiliki kecenderungan mengidentifikasikan diri pada peer group yang dianggapnya seide dan senasib, baik pada hal yang positif maupun negatif (Santrock, 2003). Hanya saja, pengaruh tekanan rekan sebaya menempati porsi yang besar dalam mempengaruhi permasalahan remaja, seperti merokok, minum‐minuman keras, menggunakan obat‐obatan, dan terlibat dalam perbuatan seks (Antonishak et al, 2005; Szalay, 2002; Cho, Hallfors, & Sanchez, 2005; Adams, 2005; Hurlock, 1990).

Di sisi yang lain, peer group juga memiliki peran merubah cara pandang dan perilaku berisiko dari norma pergaulan baru yang lebih positif (Weeks, Convey, Gomes, Li, Radda, Martines, & Robles (2009); Cho, Hallfors, & Sanchez (2005). Peer group mempengaruhi remaja dalam memperkuat perilaku-perilaku positif dan menjadi contoh dalam perubahan perilaku.  Peer group juga mampu meningkatkan kepercayaan diri remaja dalam menghadapi masalah sehingga pembentukan identitas diri remaja dapat terpenuhi dalam kondisi yang positif.

Grup Teman Sebaya (Peer Group) dan Kenakalan Remaja

Salah satu pengaruh peer group negatif adalah dampaknya pada angka kejadian kenakalan remaja. Dalam penelitian Triawan (2014), peer group berdampak signifikan terhadap kenakalan remaja. Semakin banyak grup teman sebaya di sekolah, maka semakin banyak tindakan kenakalan remaja yang terjadi.

Hal tersebut sesuai dengan data dari BKKBN tahun 2016, sebanyak 72% perilaku remaja dipengaruhi oleh teman sebaya. Yang membuktikan bahwa semakin banyak remaja yang bergabung dalam grup teman sebaya, maka pengaruh grup tersebut menjadi semakin besar pada individu yang berada di dalamnya.

Dalam penelitian yang lain, teman sebaya berindikasi berpengaruh kuat dan signifikan terhadap timbulnya perilaku menyontek, membolos, perilaku perundungan, dan pornoaksi menonton video porno (Luthfi, 2014).  Peer group juga mempengaruhi perilaku konsumtif (konformitas penampilan fisik dalam membeli pakaian) pada remaja putri (Murizal, 2012).

Meskipun demikian, di lain sisi, interaksi sosial antar teman sebaya memiliki peran penting membentuk kepribadian yang positif pada remaja. Interaksi tersebut memiliki pengaruh yang  dominan dalam membentuk nilai kepribadian pada remaja (Febriani, dkk, 2014). Oleh karenanya, untuk dapat menciptakan pengaruh peer group yang positif diperlukan interaksi sosial yang tepat sehingga dapat berfungsi dalam memberikan kebersamaan, stimulasi, dukungan fisik, dukungan ego, perbandingan sosial, dan perhatian yang positif (Santrock, 2012).

 

Daftar Pustaka

Adams, G.R. 2005. Handbook of Adolescent Behavioral Problems Evidence-Based Approaches to Prevention and Treatment. Edited by Gullotta & Adams. Child and Family Agency of Southeastern Connecticut: New London.

Antonishak, Jill. 2005. Handbook of Adolescent Behavioral Problems Evidence-Based Approaches to Prevention and Treatment. Edited by Gullotta & Adams. Child and Family Agency of Southeastern Connecticut: New London

Cho, Hallfors, & Sanchez. 2005. Evaluation of a High School Peer Group Intervention for At-Risk Youth. Journal of Abnormal Child Psychology, Vol. 33, No. 3, June 2005, pp. 363–374 ( C_ 2005). DOI: 10.1007/s10802-005-3574-4

Hurlock, E.B. 1990. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan, Edisi Kelima. Alih bahasa oleh Istiwidayanti dan Soedjarwo. Jakarta: Erlangga.

Mönks, F.J. Knoers, A.M.P. Haditono, S.R. 2002. Psikologi Perkembangan: Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Santrock, John W. 2012. Life-span Development. 13 th Edition. University of Texas, Dallas : Mc Graw-Hill

Szalay, L.B,  Strohl, J.B, & Doherty, K.T. 2002. Psychoenvironmental Forces in Substance Abuse Prevention. Kluwer Academic Publishers: New York.

Weeks, Margaret R., Convey, M., Gomes, Julia D., Li, J., Radda, Kim., Martines, Maria., & Robles, Eduardo. 2009. Changing Drug Users’ Risk Environments: Peer Health Advocates as Multi-level Community Change Agents. Am J Community Psychol (2009) 43:330–344 DOI 10.1007/s10464-009-9234-z

Febriyani, Roseanna, et.all. 2014. Model Interaksi Sosial Peran Teman Sebaya Dalam Pembentukan Nilai Kepribadian Siswa. Tesis PascaSarjana. Universitas Lampung: Lampung.

Triawan, Muhamad Taofik.2014. Hubungan Antara Lingkungan Peer group (Kelompok Teman Sebaya) Terhadap Kenakalan Remaja, Studi Terhadap Peserta Didik SMA Negeri Di Kota Cimahi. Thesis. Universitas pendidikan Indonesia: Bandung.

Muzayyin Kamil, Luthfi. 2014. Pengaruh Teman Sebaya Peer Group Terhadap Timbulnya Perilaku Menyimpang Remaja, Penelitian Eksplanasi Di SMA Negeri Kota Bandung. Thesis. Universitas Pendidikan Indonesia:  Bandung.

Cara Pengutipan:

Rokhanah, Siti. 2019. Grup Teman Sebaya (Geng) Jaman Sekarang, Baik atau buruk?*. Diakses pada tanggal 20-06-2019 melalui laman https://jagaddhita.org/kajian-tentang-grup-teman-sebaya-pada-kasus-kenakalan-remaja/.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *