Buletin Jagaddhita Vol. 1, No. 1, Februari 2019

pISSN 2656-8225 | eISSN 2656-0089

Memupuk Kemandirian Anak Di Sekolah

Sekolah adalah rumah kedua bagi peserta didik setelah lingkungan tempat tinggalnya. Waktu di sekolah adalah waktu terbanyak yang dihabiskan anak-anak setelah ia masuk ke dunia sekolah. Selain perannya dalam pendidikan akademik, sekolah juga memiliki peran sebagai penguat nilai-nilai dan perilaku yang telah ditanamkan orang tua dalam situasi sosial yang lebih luas, demikian pula dengan perilaku mandiri.

Pengalaman sebagai Wali Kelas, Kelas kecil atau Kelas 1 Sekolah dasar (SD) membukakan mata bahwa peran pendidikan anak tidak hanya orang tua di rumah tetapi harus bersinergi dengan guru di sekolah. Beberapa kejadian yang pernah dijumpai selama menjadi Wali Kelas di antaranya ada anak yang masih belum bisa BAK dan BAB sendiri, ada anak yang masih memakai popok, belum bisa menyuap makanannya sendiri, belum bisa membuat simpul tali sepatu, menangis jika lelah, belum bisa mengaitkan kancing baju, dan beragam permasalahan anak yang menjadi pekerjaan rumah untuk guru di sekolah.

Hal-hal yang mungkin tidak terlalu signifikan dengan kemampuan kognitif anak, tetapi sangat berhubungan dengan kesiapan anak menjalani perannya sebagai seorang murid dan bersekolah.

Kemandirian Anak Usia Sekolah

Kesiapan sekolah ini erat kaitannya dengan kemandirian siswa. Kemandirian siswa merupakan salah satu tugas perkembangan anak usia sekolah (Havighurst dalam Monks, 2006), yaitu mencapai kemandirian pribadi dan belajar membebaskan ketergantungan diri dari orang lain. Kemandirian itu sendiri dapat diartikan sebagai  perilaku bertanggungjawab terhadap diri sendiri.

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kemandirian diartikan sebagai keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung kepada orang lain. Kemandirian dibedakan dalam tiga bentuk (Steinberg, dalam Desmita, 2011) yaitu kemandirian emosi, kemandirian kognitif, dan kemandirian nilai. Ketiganya berperan dalam membentuk perilaku mandiri terutama dalam kaitannya dengan rutinitas sehari-hari.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kemandirian anak (Soetjiningsih, 1995 & Mu’tadin 2002) adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang berkaitan adalah bagaimana anak mengontrol emosi dan mengatasi masalah yang dihadapi, sedangkan faktor eksternal erat kaitannya dengan pola asuh dan kondisi lingkungan sosial di mana anak tumbuh. Kecenderungan anak yang belum memiliki kemandirian di sekolah, dipengaruhi oleh pola asuh orang tua (Malau, 2012).

Memupuk Kemandirian Anak

Kemandirian sebenarnya harus sudah ditanamkan oleh orang tua dari rumah. Tugas guru di sekolah adalah menguatkan kembali nilai-nilai positif yang dibawa dari rumah agar bertumbuh dengan lebih baik. Hanya saja, orang tua kadang kala masih menganggap bahwa anaknya adalah anak kecil yang masih selalu perlu dibantu.

Karena rasa sayang kepada anak, terkadang orang tua memenuhi permintaan anak, namun kurang memberikan stimulus yang memandirikan. Sehingga ketika di sekolah, anak kesulitan beradaptasi dengan keadaan yang mengharuskannya mandiri.

Oleh karenanya perlu sinergi antara guru dan orang tua dalam memandirikan anak, karena kemandirian membutuhkan latihan yang terus menerus. Sebagai contoh, anak-anak yang sudah bersekolah, dapat dilatih untuk menata keperluan sekolahnya sendiri, dilatih rawat diri sederhana seperti bagaimana jika ingin BAK atau BAB, dan juga dilatih melakukan pekerjaan sederhana seperti mencuci peralatan makannya sendiri (The Asian Parent, 2019; Rantina, 2015). Kegiatan sederhana tersebut dapat menjadi stimulus bagi anak untuk berlatih mandiri, terutama di lingkungan sekolah.

Oleh karenanya, sekolah sebagai lingkungan sosial anak, perlu berkomitmen untuk ikut serta memupuk nilai-nilai kemandirian yang sudah ditanamkan di rumah. Kemandirian di sekolah perlu disesuaikan dengan pola asuh dan pola didik yang ditanamkan orang tua (Komala, 2015). Sebagai perpanjangan tangan orang tua di sekolah, peran guru adalah memastikan anak-anak mampu bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri ketika tidak bersama dengan orang tua, dan dapat terjun ke lingkungan sosial yang lebih luas dengan membawa bekal kesiapan dan kemandiriannya.

Di sekolah, diharapkan anak-anak disiapkan untuk melakukan aktivitas rutin yang mampu menjadi jembatan untuk proses kemandiriannya. Sehingga ketika kembali ke rumah, anak-anak membawa pengaruh positif dari sekolah. Demikian juga sebaliknya, ketika anak-anak di sekolah, anak membawa kebiasaan positif dari rumah, sehingga sekolah memiliki bekal tambahan dalam memberikan pendidikan yang memandirikan anak.

 

Daftar Pustaka

Desmita. 2011. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya

Komala. 2015. Mengenal Dan Mengembangkan Kemandirian Anak Usia Dini Melalui Pola Asuh Orang Tua Dan Guru. Tunas Siliwangi, Vol.1 | No.1 | Oktober 2015.

Monks, F. (2006). Psikologi perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. Gadjah Madah Unversiy Press.

3 Faktor yang Membentuk Kemandirian Anak-Anak Sekolah di Jepang (2018, Februari). Diakses dari laman  https://id.theasianparent.com/read-aloud.

Malau, Ervinawari. 2012. Faktor Eksternal Yang Mempengaruhi Kemandirian Anak Kelas Satu Sekolah Dasar Negeri 1 Pondok Cina Kota Depok. Skripsi FIK : Universitas Indonesia.

Rantina, Mahyumi, 2015. Peningkatan Kemandirian Melalui Kegiatan Pembelajaran practical Life (Penelitian Tindakan Di TK B Negeri Pembina Kabupaten Lima Puluh Kota,Tahun 2015). JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI Volume 9 Edisi 2, November 2015

Soetjiningsih. Tumbuh kembang anak. Jakarta: EGC. 1995


Artikel Ilmiah Psikologi Populer ini diterbitkan oleh Buletin Jagaddhita dengan nomor pISSN 2656-8225 (cetak) dan eISSN 2656-0089 (media-online).
Jika Anda ingin menerbitkan artikel ilmiah Anda, silahkan kirim naskah tulisan ke [email protected]

Cara Pengutipan:

, Murtiati. 2019. Memupuk Kemandirian Anak Di Sekolah. Buletin Jagaddhita Vol. 1, No. 1, Februari 2019. Diakses pada tanggal 27-05-2019 melalui laman https://jagaddhita.org/memupuk-kemandirian-anak-di-sekolah/.

Artikel Psikologi Populer lainnya, yang mungkin Anda cari: